Film Garin Nugroho Tembus Kompetisi Utama Tokyo Film Festival 2026

by -50 Views

Film terbaru Garin Nugroho, Merah Sebelum Fajar atau Red Before Dawn, terpilih dalam kompetisi utama Tokyo International Film Festival (TIFF) 2026. Karya tersebut menjadi satu-satunya film dari Indonesia yang masuk dalam program kompetisi utama festival itu.

Merah Sebelum Fajar dijadwalkan menjalani world premiere di Tokyo. Film ini akan berhadapan dengan 14 film lainnya dalam kompetisi utama TIFF 2026, yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 4 November 2026.

Kisah perjalanan pada masa awal kemerdekaan

Film ini membawa penonton ke Indonesia pada 1946, atau setahun setelah Proklamasi Kemerdekaan. Ceritanya mengikuti Frans, karakter yang diperankan Nicholas Saputra, bersama empat tokoh lain yang berasal dari latar belakang berbeda.

Kelima tokoh tersebut menempuh perjalanan melintasi wilayah Indonesia sembari membawa sebuah dokumen penting. Perjalanan itu tidak berlangsung mudah. Mereka menghadapi berbagai situasi serta kecurigaan dari orang-orang yang semestinya berada dalam perjuangan yang sama.

Latar waktu tersebut menjadi alasan utama Garin menggarap cerita Merah Sebelum Fajar. Ia melihat masih banyak pengalaman manusia dari tahun-tahun awal kemerdekaan yang belum banyak dihadirkan melalui film layar lebar.

“Saya tertarik kembali ke tahun-tahun awal kemerdekaan karena masih banyak pengalaman manusia dari masa itu yang belum hadir di layar,” ujar Garin.

Diisi jajaran pemain lintas generasi

Nicholas Saputra menjadi salah satu pemeran utama dalam film tersebut. Ia beradu peran dengan Laura Basuki, Bront Palarae, Tissa Biani, dan Nagra Pakusadewo.

Garin menulis skenario film ini bersama Dirmawan Hatta. Dari sisi produksi, Merah Sebelum Fajar melibatkan Atarui Films bersama JAGARTHA, Springboard, Trinity Optima Production, dan IMAJINARI, dengan dukungan Laspro.

Masuknya film tersebut ke kompetisi utama TIFF 2026 membuka kesempatan bagi karya Garin Nugroho untuk diperkenalkan kepada penonton internasional. Pemutaran perdana dunia di Tokyo juga menjadi agenda pertama film itu sebelum melanjutkan perjalanannya melalui festival dan penayangan berikutnya.

Source link