Ferrari membantah bahwa perbedaan strategi ban Charles Leclerc dan Lewis Hamilton pada Grand Prix Spanyol dirancang untuk menjauhkan kedua pembalapnya di lintasan. Kepala tim Ferrari, Fred Vasseur, menilai keputusan tersebut merupakan bagian dari pertimbangan balapan, bukan upaya meredam potensi konflik di antara mereka.
Leclerc memulai balapan dengan ban keras, sedangkan Hamilton menggunakan ban lunak. Perbedaan itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai hubungan keduanya, yang dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan setelah sejumlah insiden di lintasan dan komunikasi radio.
Vasseur bandingkan strategi tim lain
Vasseur menolak anggapan bahwa Ferrari sengaja memisahkan strategi kedua pembalapnya. Ia menunjuk sejumlah tim lain yang juga menerapkan pilihan ban berbeda kepada rekan setim mereka pada balapan tersebut.
“Lihat saja. Lando Norris dan Oscar Piastri melakukan hal yang sama. George Russell dan Kimi Antonelli juga melakukan hal yang sama. Max Verstappen dan Liam Lawson pun demikian,” kata Vasseur kepada wartawan setelah balapan, Minggu.
Ia kemudian menambahkan, “Saya tidak berpikir McLaren takut Norris dan Piastri mengalami kecelakaan.” Pernyataan itu disampaikan untuk menegaskan bahwa pembagian strategi tidak otomatis menunjukkan adanya kekhawatiran tim terhadap pertarungan antarpembalap.
Spekulasi mengenai hubungan Leclerc dan Hamilton menguat setelah insiden di Zandvoort. Saat itu, Hamilton melalui radio tim meminta Ferrari menerapkan team order agar ia dapat melewati Leclerc. Pada balapan di Italia, keduanya juga terlibat kontak pada lap pembuka. Insiden tersebut mengganggu jalannya balapan Hamilton dan membuatnya turun melewati rombongan pembalap lain.
Meski demikian, Ferrari berulang kali menyatakan tidak ada masalah di antara kedua pembalapnya. Vasseur juga telah beberapa kali membantah adanya krisis di dalam tim.
Hamilton gagal memanfaatkan ban lunak
Pada GP Spanyol, Hamilton sebenarnya berada di posisi start yang lebih baik. Ia lolos kualifikasi di urutan keempat, tepat di depan Leclerc yang menempati posisi kelima. Namun, strategi ban mereka kemudian dibuat berbeda untuk menghadapi balapan.
Strategi Hamilton tidak berjalan sesuai harapan. Ia mengalami masalah pengereman pada fase awal balapan sehingga tidak dapat memaksimalkan keunggulan ban lunak. Hamilton akhirnya tidak melanjutkan lomba setelah hanya beberapa lap.
Leclerc bertahan dengan ban keras sambil berharap muncul safety car pada bagian akhir balapan. Kondisi itu berpotensi memberinya kesempatan melakukan pit stop dengan kerugian waktu yang lebih kecil. Menurut Leclerc, pilihan tersebut merupakan opsi terbaik setelah Ferrari tampil kurang kompetitif dalam kualifikasi di sirkuit Madring.
“Kami bisa saja melakukan banyak hal berbeda, tetapi saya pikir yang kami lakukan hari ini adalah pilihan terbaik untuk kami,” ujar Leclerc. “Jika harus mengulang balapan, saya akan melakukan hal yang sama. Memulai dengan ban lunak tidak akan memberi saya kesempatan untuk melakukan sesuatu yang istimewa.”
Leclerc menilai penggunaan ban lunak sejak awal hanya akan membuatnya mengikuti strategi pembalap di depannya, sementara peluang menyalip sangat terbatas. Ia juga menyebut keputusan menunggu safety car di akhir lomba sudah tepat, tetapi situasi yang diharapkan itu tidak pernah terjadi.





