Gubernur dan Anggota Dewan Jawa Kumpul Kebo: Nama dan Info Terbaru

by -43 Views

Kumpul Kebo: Kisah Hidup Bersama Tanpa Ikatan di Masa Kolonial Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia – Kumpul kebo atau fenomena hidup bersama tanpa ikatan resmi bukanlah hal baru di Indonesia. Praktik ini sudah ada sejak zaman kolonial, terutama di kalangan pejabat Belanda yang tinggal di Hindia Belanda.

Pada masa itu, membawa istri dari Eropa ke Hindia Belanda menjadi hal yang mahal dan berisiko tinggi. Sebagai gantinya, banyak pejabat Belanda memilih untuk membangun hubungan rumah tangga dengan perempuan lokal, terutama yang berasal dari kalangan budak.

Gubernur Jenderal VOC dan Kumpul Kebo

Salah satu contoh yang tercatat dalam sejarah adalah Gubernur Jenderal VOC Gustaaf Willem Baron van Imhoff (1743-1750). Ia menerima seorang budak cantik dari Ratu Bone sebagai hadiah dan menjadikannya ‘teman hidup’ tanpa ikatan resmi.

Hal serupa juga dilakukan oleh Gubernur Jenderal VOC Reinier de Klerk (1777-1780), yang hidup bersama perempuan budak saat berada di Jawa. Hubungan ini bahkan melahirkan banyak anak yang kemudian dikirim ke Belanda.

Praktik Kumpul Kebo di Kalangan Elit

Tak hanya pejabat tinggi, tetapi kalangan elit lain seperti penasihat Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles juga terlibat dalam praktik kumpul kebo. Meskipun sudah beristri perempuan Indo-Belanda, mereka tetap tinggal bersama perempuan lokal tanpa ikatan resmi.

Praktik ini begitu lazim pada masa itu sehingga bahkan teman-teman Raffles seperti Alexander Hare juga melakukan hal serupa. Mereka menggunakan posisi dan kekuasaan mereka untuk mengeksploitasi perempuan lokal sebagai ‘teman hidup’.

Masyarakat sejak saat itu menyebut praktik ini sebagai “kumpul Gerbouw”, yang merupakan sindiran untuk mereka yang hidup bersama tanpa ikatan resmi.

Sejarah kumpul kebo di Indonesia memberikan gambaran tentang bagaimana kehidupan sosial pada masa kolonial terjadi di tanah air. Meskipun konteks dan nilai-nilai telah berubah sejak saat itu, namun cerita ini tetap menjadi bagian penting dalam pemahaman sejarah Indonesia.

Source link