Haakon VIII: Raja Baru Norwegia yang Patut Dikenal

by -35 Views

Raja Baru Norwegia: Haakon VIII Menggantikan Raja Harald V

Jakarta, CNBC Indonesia – Norwegia memiliki raja baru setelah Raja Harald V meninggal dunia pada usia 89 tahun pada Jumat (28/8/2026). Putranya, Haakon VIII, kini meneruskan takhta dalam situasi yang tidak mudah, mengingat popularitas tinggi sang ayah sekaligus berbagai kontroversi yang belakangan membayangi keluarga kerajaan.

Harald dikenal sangat populer di kalangan masyarakat Norwegia. Tingkat dukungannya secara konsisten tinggi dalam berbagai jajak pendapat, sementara gelombang duka masyarakat terlihat jelas menjelang wafatnya.

Haakon: Keturunan Langsung dari Ratu Victoria

Haakon menjadi raja keempat yang memimpin monarki modern Norwegia sejak sistem kerajaan dipulihkan pada 1905 setelah negara tersebut memperoleh kemerdekaan dari Swedia.

Sejumlah pengamat menilai Haakon memiliki modal kuat untuk mengikuti jejak para pendahulunya. Saat masih menjadi putra mahkota, ia bekerja erat dengan Harald dalam menjalankan tugas kerajaan. Dalam beberapa tahun terakhir, Haakon juga mendapat tanggung jawab yang semakin besar dan kerap bertindak sebagai wali raja ketika Harald sakit atau tidak dapat menjalankan tugas.

Masa Kecil Haakon

Haakon lahir pada 1973 dan merupakan anak bungsu mendiang Raja Harald dan Ratu Sonja. Dalam pengakuannya sendiri, Haakon sempat kesulitan menerima statusnya sebagai anggota keluarga kerajaan ketika masih kecil.

“Ya, saya seorang bangsawan, tetapi saya tidak ingin membicarakannya. Di sekolah hal itu membuat saya cemas,” tulisnya dalam autobiografinya yang terbit pada 2023, ketika mengenang masa sekolahnya di sekolah negeri pada era 1980-an.

Kisah Cinta Haakon

Tak lama setelah kembali ke Norwegia, Haakon bertemu dengan Mette-Marit di sebuah festival musik di kota asal Mette-Marit, Kristiansand, pada 1999. Media kemudian menjulukinya Cinderella dari Kristiansand, mengacu pada latar belakang kehidupannya yang sederhana.

Namun, hubungan keduanya tidak langsung diterima begitu saja. Sejumlah pengamat bahkan memperingatkan hubungan tersebut bisa mengakhiri monarki Norwegia.

Mette-Marit saat itu merupakan seorang ibu tunggal dengan anak berusia empat tahun. Ayah anak tersebut pernah menjalani hukuman atas kasus kepemilikan kokain.

Masalah Keluarga

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, keluarga Haakon kembali menghadapi sorotan dan kritik publik yang semakin besar. Kasus pemerkosaan yang melibatkan Marius Borg Høiby menjadi salah satu persoalan terbesar.

Beberapa hari sebelum persidangan Høiby dimulai, dokumen yang dirilis ke publik mengungkap seringnya komunikasi Mette-Marit dengan Jeffrey Epstein. Mette-Marit kemudian meminta maaf kepada Raja Harald dan Ratu Sonja atas persahabatannya dengan Epstein yang berlangsung selama tiga tahun.

Sejumlah jajak pendapat yang dilakukan awal tahun ini menunjukkan hampir separuh masyarakat Norwegia menilai putri mahkota tidak seharusnya menjadi ratu, meskipun berdasarkan sistem monarki ia memang akan menduduki posisi tersebut.

Source link