Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengidentifikasi tiga hambatan utama yang membuat pemadamam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sulit dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kekeringan dan Keterbatasan Sumber Air
Faktor pertama adalah kondisi cuaca yang kering dengan minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini membuat sulitnya mendapatkan sumber air di lapangan, terutama di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, diperlukan sumur dan normalisasi kanal sebagai upaya untuk memperoleh pasokan air yang memadai.
Mengutip pernyataan Kapusdatin BNPB, Berton Pandjaitan, mengatakan bahwa pemadaman api dilakukan melalui jalur darat sebagai usaha utama dalam penanganan karhutla. Sementara itu, penyemprotan air melalui helikopter bertindak sebagai pendukung dari udara.
Upaya Membuat Sumur Baru
Untuk mengatasi kendala ketersediaan air, BNPB berencana untuk membangun sumur baru di lokasi yang membutuhkan pasokan air. Rencana ini akan melibatkan TNI dalam pembangunan sumur tersebut.
Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat langkah mitigasi karhutla untuk mencegah penyebaran titik api yang lebih luas. Langkah-langkah pemerintah termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan daerah, seperti penambahan helikopter water bombing dan mesin bor untuk mencari sumber air.
“Tiap hari kita tambahkan helikopter-helikopter, alat-alat, mesin bor untuk air, semua perlengkapan kita penuhilah,” ujar Prabowo kepada wartawan.
Demikianlah upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam penanganan karhutla di berbagai wilayah yang terdampak.
Artikel ini disadur dari sumber





