Sejak klaim pemerintah Iran tentang ketahanan dalam perang dengan Amerika Serikat (AS), kondisi ekonomi di Iran semakin berat. Ancaman sanksi ekonomi baru yang diumumkan Presiden AS Donald Trump dapat memperburuk kesulitan hidup rakyat Iran, mengancam ketertiban sosial, dan merusak legitimasi pemerintahan Republik Islam.
Situasi Masalah Ekonomi Iran Terkini
Pada Jumat lalu, Trump berjanji akan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran. Ancaman ini disusul oleh pernyataan Menteri Keuangan AS yang menjanjikan langkah-langkah baru terhadap Iran, yang disebutnya sebagai langkah “belum pernah dilihat sebelumnya”, mulai pekan depan.
Hingga saat ini, belum ada rincian terperinci mengenai sanksi atau langkah ekonomi yang akan diambil AS terhadap Iran.
Tekanan ekonomi yang semakin dirasakan di dalam negeri Iran menjadi beban tambahan bagi para pemimpin Iran. Para pejabat Iran mengungkapkan bahwa kondisi ekonomi yang memburuk dapat memicu keresahan di dalam negeri.
Dampak Langsung pada Masyarakat
Di tengah kondisi ini, masyarakat Iran mulai merasakan dampak langsung dari konflik dengan AS. Banyak yang kehilangan pekerjaan dan bisnis, akibat penutupan pabrik dan proyek konstruksi. Biaya hidup pun terus melambung, tanpa ada harapan pemulihan yang cepat.
Lonjakan harga juga mulai terasa, dengan tingkat inflasi mencapai 66% pada Juli dan harga konsumen naik hingga 87,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, inflasi pangan mencapai 128% secara tahunan.
Ancaman Demonstrasi Massal
Kekhawatiran terbesar bagi pemerintah Iran bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga kemungkinan munculnya demonstrasi massal akibat kondisi hidup yang semakin sulit. Penunjukkan Taeb sebagai pemimpin milisi Basij menjadi indikasi nyata dari kekhawatiran terhadap kemungkinan keresahan sosial yang kembali muncul.
Basij, yang berhubungan dengan IRGC, digunakan untuk meredam aksi protes dalam beberapa tahun terakhir. Keluhan terhadap kondisi ekonomi pun kerap menjadi pemicu demonstrasi nasional.
Kesusahan Masyarakat Terus Bertambah
Di samping itu, tekanan inflasi juga membuat keluarga Iran harus memangkas pengeluaran untuk kebutuhan pokok. Banyak keluarga yang terpaksa mengurangi konsumsi daging dan produk mahal lainnya, beralih ke produk yang lebih murah untuk bertahan hidup.
Blokade laut yang dilakukan AS juga membuat distribusi barang semakin sulit, memperparah situasi ekonomi Iran. Upaya pemerintah Iran untuk menjaga pasokan barang tetap berjalan melalui jalur alternatif juga tidak terlalu efektif, akibat tekanan dan biaya yang semakin meningkat.
Ketidakpastian konflik dan ketegangan ekonomi dengan AS membuat masa depan masyarakat Iran semakin tidak jelas, di tengah tekanan inflasi, kehilangan pekerjaan, dan kesulitan hidup sehari-hari.





