Harga Bitcoin Sentuh Rp1,55 Miliar Usai Pertemuan AS-Iran

by -52 Views

Harga Bitcoin sempat menembus US$87.000 atau sekitar Rp1,55 miliar pada Rabu, 23 September 2026. Pergerakan tersebut terjadi ketika pasar merespons pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai pertemuan antara utusan AS dan pejabat Iran di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Namun, posisi Bitcoin kemudian bergerak lebih rendah. Berdasarkan data CoinMarketCap yang dipantau pada pukul 15.49 WIB, harga aset kripto tersebut berada di level US$85.790 atau sekitar Rp1,53 miliar. Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin tercatat turun 0,37 persen. Meski demikian, kinerjanya dalam sepekan masih menguat 13,69 persen.

Sentimen Pasar Menguat setelah Pertemuan AS-Iran

Respons positif pelaku pasar tidak hanya dipengaruhi kabar pertemuan AS dan Iran. Mengutip Yahoo Finance, penurunan harga minyak, arus dana yang masuk ke exchange traded fund (ETF) Bitcoin spot, serta meningkatnya minat terhadap pasar derivatif turut menopang penguatan pasar kripto secara keseluruhan.

Kombinasi faktor tersebut memberi dorongan terhadap harga Bitcoin setelah aset digital itu mencatat reli dalam sepekan terakhir. Meski pada saat pemantauan harian harganya terkoreksi, kenaikan mingguan menunjukkan bahwa minat pasar masih berada di area positif.

Nilai rupiah dalam perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs dolar AS sebesar Rp17.860. Karena harga Bitcoin bergerak sepanjang waktu, level yang sempat melampaui US$87.000 berbeda dengan harga yang tercatat ketika data CoinMarketCap dipantau.

Trump Klaim Pembicaraan Berlangsung Produktif

Trump mengatakan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, telah bertemu dengan perwakilan Iran selama tiga jam. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi disebut termasuk dalam pihak yang hadir dalam pembicaraan tersebut.

Menurut Trump, pertemuan itu berlangsung “sangat baik” dan “sangat produktif”. Ia juga menyampaikan bahwa putaran pembicaraan berikutnya telah dijadwalkan dalam waktu dekat, tanpa menjelaskan waktu pelaksanaannya dalam pernyataan yang dikutip.

Presiden AS tersebut turut menyebut adanya “momentum yang kuat” menuju tercapainya kesepakatan. Ia menggambarkan Iran menghadapi pilihan antara melakukan pemulihan atau menghadapi konsekuensi berat.

Di tengah pernyataan tersebut, media Iran melaporkan bahwa pihaknya kembali mengajukan sejumlah syarat. Tuntutan itu mencakup pencabutan blokade angkatan laut AS, pencairan aset, serta pengakhiran perang di berbagai front.

Perkembangan pembicaraan diplomatik itu menjadi salah satu perhatian pasar pada perdagangan Rabu, bersamaan dengan pergerakan harga minyak, arus dana ETF Bitcoin spot, dan aktivitas di pasar derivatif.

Source link