Harga TV Naik Makin Mahal, Penjual dan Pembeli Putar Otak

by -155 Views

Calon pembeli televisi kini perlu menyiapkan anggaran lebih besar. Pedagang elektronik di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan, menyebut harga sejumlah produk TV naik, termasuk untuk ukuran kecil dan menengah yang sebelumnya menjadi pilihan dengan harga lebih terjangkau.

Harga TV 32 inci naik hingga Rp3 juta

Hidayat, salah satu penjual elektronik di kawasan Ciputat, mengatakan kenaikan paling terasa terjadi pada televisi berukuran 32 inci. Menurut dia, produk yang sebelumnya berada di kisaran Rp1,9 juta kini dapat mencapai sekitar Rp3 juta.

“TV parah lagi naiknya. 32 dulu, kita ngomong ya kisaran Rp1,9 juta. Beda-beda dikit. Sekarang Rp3 juta,” ujar Hidayat.

Perubahan harga tersebut membuat konsumen harus lebih cermat menentukan pilihan. Untuk TV 32 inci bermerek, harga yang ditawarkan berada di sekitar Rp3 juta. Sementara itu, pilihan tanpa merek atau produk yang disebut pedagang sebagai merek Cina tersedia dengan harga sekitar Rp2,4 juta.

“Iya, 32 inch itu yang bermerek ya. Kalau yang enggak bermerek kayak merek Cina ada yang Rp2,4 jutaan,” kata Hidayat.

Kenaikan juga terjadi pada televisi dengan ukuran layar yang lebih besar. Rudi, pedagang elektronik lainnya di Pasar Ciputat, menyebut TV 43 inci saat ini dijual di kisaran Rp4 jutaan.

“Memang harga TV naiknya lumayan belakangan ini. Yang 43 kisaran Rp4 jutaan saat ini,” kata Rudi kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (23/9/26).

Pilihan produk tetap beragam

Meski harga meningkat, pilihan televisi yang tersedia di toko masih cukup beragam. Rudi mengatakan konsumen dapat menemukan produk dari berbagai merek, ukuran layar, dan teknologi.

Di tokonya tersedia televisi dengan teknologi UHD dan QLED. Ukuran layar yang ditawarkan mulai dari 32 inci, 43 inci, 50 inci, 55 inci, 65 inci, 75 inci, hingga 98 inci. Rudi menyebut merek juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga, dengan TCL sebagai salah satu contoh merek yang banyak dicari untuk produk berkualitas.

Perbedaan harga berdasarkan ukuran, merek, dan teknologi membuat calon pembeli perlu menyesuaikan pilihan dengan anggaran. Namun, kenaikan tersebut mulai memengaruhi keputusan pembelian sebagian konsumen.

Hidayat mengatakan ada calon pembeli yang semula mempertimbangkan membeli beberapa perangkat elektronik, tetapi kemudian mengutamakan kebutuhan lain yang dinilai lebih mendesak. Sebagian memilih menunda pembelian TV karena harganya sudah meningkat.

“TV kalau enggak butuh-butuh amat, jangan dulu. Makanya ngelihat TV sekarang agak lumayan juga, kita juga menjualnya bingung,” ujar Hidayat.

Source link