Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero Bobby Rasyidin di Istana Negara pada Kamis (11/6/2026) siang. Pertemuan tersebut memberikan sorotan terkait progres proyek Kementerian Perhubungan yang sedang berjalan.
Pemerintah Mempersiapkan Revisi Tarif Batas Atas Tiket Pesawat
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, telah menyiapkan laporan terkait progres kerja Kementerian, termasuk rencana revisi Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat yang saat ini dalam tahap pembahasan akhir.
Rencana peningkatan TBA ini menunggu keputusan presiden, meskipun dalam rapat belum dikonfirmasi apakah hal tersebut dibahas. Pembahasan mengenai TBA baru telah selesai dan tinggal menunggu rapat menteri sebelum ditetapkan secara resmi.
Kebijakan Baru di Harapkan Menjawab Kebutuhan Maskapai Penerbangan
Kebijakan baru ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan yang sedang menghadapi tekanan biaya operasional akibat kondisi global dan pelemahan nilai tukar rupiah. Meskipun besaran kenaikan TBA belum diungkap, pemerintah bertekad untuk mempercepat proses peraturan tersebut.
Menjawab kondisi industri penerbangan yang memerlukan perhatian, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan maskapai dan daya beli masyarakat. Skema baru yang tengah dipersiapkan mencakup perubahan TBA dan mekanisme biaya tambahan bahan bakar yang lebih fleksibel.
Sinyal Kenaikan TBA dan Penyesuaian Fuel Surcharge
Sinyal kenaikan TBA ini muncul setelah pemerintah membuka ruang kenaikan harga tiket melalui penyesuaian fuel surcharge. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan telah menetapkan kebijakan biaya tambahan bahan bakar untuk penerbangan domestik dalam menanggapi lonjakan harga avtur.
Aturan baru tersebut memungkinkan maskapai untuk mengenakan fuel surcharge hingga 50% dari TBA sesuai kelompok layanan masing-masing, berdasarkan evaluasi harga avtur. Pemerintah terus memonitor kondisi global dan berupaya menjaga keseimbangan dalam industri penerbangan untuk mendukung kelangsungan operasional maskapai dan kebutuhan masyarakat.





