Proses investasi industri otomotif tidak bisa langsung menuju tahap manufaktur penuh, menurut Kementerian Perindustrian. Hal ini ditegaskan di hadapan pelaku industri, termasuk Head of PR & Government BYD Indonesia Luther T. Panjaitan, sebagai upaya pemerintah untuk mengkomunikasikan bahwa setiap pabrikan harus melewati tahapan bertahap sebelum mencapai produksi penuh. Meskipun sejumlah pemain baru kendaraan listrik masuk ke Indonesia, pemerintah ingin menegaskan bahwa proses perakitan awal adalah bagian penting dalam mengembangkan basis produksi di negara ini. Dirjen ILMATE Kemenperin Setia Diarta menjelaskan bahwa seluruh industri otomotif global memiliki pola yang sama dalam membangun basis produksi di negara tertentu. Tahapan-tahapan seperti impor CBU, CKD, IKD, hingga manufaktur stamping, painting, dan welding merupakan bagian dari proses yang harus dilalui sebelum mencapai produksi yang sepenuhnya terintegrasi. Tahapan awal seperti CKD juga memiliki nilai ekonomi yang signifikan, terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Perakitan kendaraan seharusnya tidak dipandang remeh karena tetap memberikan nilai tambah dalam proses produksi. Peningkatan skala produksi diharapkan dapat mendorong investasi lanjutan dari para produsen otomotif dan potensialnya masuknya model kendaraan baru yang akan memicu tambahan investasi teknologi di dalam negeri.
Investasi Otomotif: Panduan Penting untuk Manufaktur





