Iran meluncurkan serangan rudal ke pangkalan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia. Meskipun serangan dilakukan, kedua rudal tersebut gagal mencapai sasaran yang dituju. Menteri Perumahan Inggris, Steve Reed, memastikan bahwa serangan tersebut memang ditujukan ke pangkalan strategis tersebut. Menyikapi hal ini, Jet Angkatan Udara Kerajaan Inggris dan aset militer lainnya dikerahkan untuk melindungi personel di kawasan tersebut. Iran menggunakan rudal balistik dua tahap dengan jangkauan hingga 4.000 kilometer, yang bahkan dapat mencapai ibu kota negara-negara Eropa. Serangan ini disebut sebagai penggunaan operasional pertama rudal jarak menengah Iran, yang menandai eskalasi konflik yang lebih meluas dari sebelumnya. Ancaman dan respons terus berlanjut antara Iran, Amerika Serikat, dan Inggris, semakin memperuncing konflik yang terjadi. Dampak dari konflik tersebut turut dirasakan pada jalur energi global, dengan Selat Hormuz yang menjadi lumpuh, menyebabkan lonjakan harga minyak hingga mencapai level tertinggi sejak beberapa tahun terakhir. AS dan negara-negara G7 berupaya menjaga pasokan energi global dan keamanan jalur pelayaran dengan mengambil langkah-langkah tertentu.
Iran Serang Pangkalan AS-Inggris: Ancaman Terbaru Bagi Eropa




