Pramac Yamaha Membela Proyek V4-nya dengan Tajam
Bos Pramac Yamaha, Gino Borsoi, membelanya mengenai proyek V4 yang sedang berlangsung. Pernyataan bos Italia tersebut selama tes MotoGP pada hari Senin sangat kontras dengan yang biasanya kita dengar dari para pembalap frustrasi Yamaha, terutama Fabio Quartararo.
Perspektif Yamaha Terkait Mesin V4
Yamaha adalah pabrikan MotoGP terakhir yang beralih ke mesin V4. Ini pertama kali turun ke lintasan musim lalu, berjalan seiring dengan mesin inline-four yang sudah mapan namun bermasalah. Yamaha kemudian sepenuhnya fokus pada V4 untuk program balap MotoGP musim ini. Namun, 2026 menjadi tahun sulit bagi pabrik Iwata, dengan kedua motor pabrikan dan Pramac beroperasi di sekitar pinggiran poin terbaik.
Meski banyak kritik yang dilontarkan, orang yang berada di puncak tim satelit Yamaha mengatakan bahwa dia tidak dapat memahami pandangan tersebut jika dilihat dari gambaran besarnya.
“Saya tidak paham mengapa orang berpikir bahwa Yamaha saat ini tidak melakukan pekerjaan yang tepat,” ujar mantan pembalap itu kepada media Italia.
Ia menyatakan bahwa membandingkan Yamaha dengan para saingan V4-nya tidak masuk akal.
“Kami berusaha membuat proyek ini berhasil. Ada dua filosofi. Dua tingkatan yang benar-benar berbeda,” tambahnya.
Persiapan Menuju Peraturan Baru 2027
Borsoi juga memberikan jawaban tegas terkait saran bahwa Yamaha membuang-buang waktunya pada motor ini menjelang peraturan baru musim depan. Yang paling signifikan, kapasitas mesin pada 2027 akan dikurangi dari 1000cc menjadi 850cc.
“Tentu, kita harus ingat bahwa motor tahun depan tidak akan jauh berbeda dari yang kita miliki sekarang,” katanya.
“Itu dasar proyek 2027. Saya rasa itu pekerjaan besar,” tegas Borsoi.





