Penjualan Obligasi Infrastruktur Hijau Singapura 20 Tahun Laku Keras
Jakarta, CNBC Indonesia – Penerbitan Obligasi Infrastruktur Hijau (Green SGS Infrastructure Bond) Singapura berjangka 20 tahun diminati para investor. Pesanannya mencapai 1,83 kali lipat dari jumlah yang ditawarkan untuk investor institusional.
Manajer portofolio senior Aberdeen, Jerome Tay mengatakan permintaan pada penjualan obligasi hijau 20 tahun ini mencerminkan kepercayaan investor pada pemerintah Singapura dan ekonominya.
Permintaan Yang Tinggi untuk Obligasi 20 Tahun
Para analis mengatakan terdapat permintaan di kalangan investor jangka panjang di Singapura untuk obligasi pemerintah jangka panjang. Sebab jenis ini langka dan tidak likuid untuk pasar sekunder.
Imbal hasil dari obligasi ini mencapai 2,4%. Sementara itu, penawarannya terdiri dari S$2,6 miliar, maksimum dari kisaran S$2,1 miliar hingga S$2,6 miliar diberikan oleh Otoritas Moneter Singapura (MAS).
Keluarnya Obligasi Hijau 20 Tahun
Obligasi hijau 20 tahun untuk pertama kalinya akan dilakukan dengan penetapan harga melalui sindikasi. Ini sama seperti dengan penerbitan pertama obligasi hijau 30 tahun dan 50 tahun.
Pemerintah Singapura telah menerbitkan obligasi hijau 50 tahun dengan nilai S$7,7 miliar dalam empat tahap. Adapula jangka waktu 30 tahun dengan tiga penawaran senilai S$5,8 miliar.
- Sumber: CNBC Indonesia





