Kaiko, penyedia data pasar kripto yang berbasis di New York, mengamankan pendanaan sebesar US$110 juta atau sekitar Rp1,94 triliun. Nilai tersebut menggunakan asumsi kurs dolar Amerika Serikat sebesar Rp17.650. Putaran pendanaan ini dipimpin oleh S&P Global, dengan partisipasi sejumlah institusi keuangan dan perusahaan perdagangan besar.
Mengutip Channel News Asia, Selasa (15/9/2026), investor lain yang terlibat antara lain BNP Paribas, Nasdaq, Royal Bank of Canada, perusahaan investasi milik negara Prancis Bpifrance, serta Susquehanna, perusahaan perdagangan asal Amerika Serikat.
Kaiko Perkuat Bisnis Data Kripto
Kaiko menyatakan dana segar tersebut akan digunakan untuk memperkuat bisnis datanya sekaligus memperluas penawaran produk. Saat ini, perusahaan menyediakan data dari lebih dari 150 bursa dan protokol kripto yang berbeda.
Perusahaan itu didirikan di Prancis pada 2014. Dalam perkembangannya, Kaiko membangun layanan yang berfokus pada penyediaan data pasar aset digital, termasuk informasi dari berbagai platform perdagangan dan protokol kripto.
Masuknya S&P Global sebagai pemimpin putaran pendanaan memperlihatkan meningkatnya perhatian institusi keuangan arus utama terhadap infrastruktur dan informasi di pasar aset digital. CEO S&P Dow Jones Indices, Cathy Clay, mengatakan investasi tersebut merupakan bagian dari langkah perusahaan untuk menghadapi perkembangan sektor aset digital.
“Seiring dengan percepatan perkembangan aset digital, S&P Global melakukan investasi untuk masa depan, dan investasi ini menegaskan keyakinan tersebut,” ujar Clay dalam sebuah pernyataan.
Perhatian terhadap Tokenisasi Meningkat
Pendanaan Kaiko berlangsung ketika minat lembaga keuangan terhadap aset digital terus berkembang, meskipun harga mata uang kripto seperti bitcoin telah turun dari rekor tertingginya pada akhir 2025.
Bank, operator bursa, dan institusi keuangan lainnya kini semakin memperhatikan tokenisasi, yakni gagasan untuk membuat token kripto yang merepresentasikan aset keuangan konvensional, seperti saham dan obligasi.
Sejumlah bursa kripto juga mulai menawarkan produk berbasis saham, termasuk kontrak perpetual futures. Produk tersebut kemudian memicu peringatan regulator karena dinilai membawa risiko bagi investor.
Perkembangan itu membuat kebutuhan terhadap data pasar yang lebih luas dan terstruktur menjadi semakin penting bagi pelaku industri. Melalui pendanaan terbaru, Kaiko akan memperluas bisnis dan produknya di tengah meningkatnya keterlibatan institusi keuangan dalam ekosistem aset digital.





