Kehadiran Massal di Pemakaman Jenazah Khamenei: 20 Juta Orang

by -29 Views

Jenazah Ayatollah Ali Khamenei Disemayamkan di Masjid Agung Mosalla

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, disemayamkan di Masjid Agung Mosalla, Teheran, pada Jumat waktu setempat. Prosesi pemakaman ini menandai awal dari rangkaian upacara pemakaman selama beberapa hari yang diprediksi akan menjadi demonstrasi besar perlawanan Iran terhadap Barat.

Sebelum prosesi dimulai, sejumlah pejabat asing hadir untuk memberikan penghormatan terakhir termasuk Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, dan Wakil Ketua badan legislatif tertinggi China, He Wei, serta perwakilan dari Pakistan, Irak, India, Turki, dan sejumlah negara lainnya. Media pemerintah Iran bahkan menyiarkan lima peti jenazah sederhana yang berisi jenazah anggota keluarga Khamenei, termasuk satu peti kecil yang berisi jenazah cucu perempuan Khamenei yang masih berusia satu tahun.

Dialog Harapan dan Tantangan di Balik Pemakaman

Pemakaman pemimpin tertinggi Iran ini diharapkan dapat memanfaatkan mobilisasi massa untuk memperkuat dukungan publik di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rapuh dengan Amerika Serikat. Namun, sejarah kepemimpinan Khamenei yang penuh kontroversi juga menjadi tantangan bagi Iran ke depan.

Banyak orang Iran yang tetap menghormati Khamenei sebagai pemimpin negara meski mereka tidak semua religius. Namun demikian, kebijakan-kebijakan keras Khamenei telah menimbulkan perpecahan dalam masyarakat Iran selama puluhan tahun terakhir, terutama di kalangan generasi muda yang tumbuh di tengah represi politik dan kesulitan ekonomi.

Persepsi dan Tantangan Bagi Iran Pasca Kematian Khamenei

Walaupun Khamenei dianggap berhasil dalam strategi menjaga keutuhan Iran menghadapi ancaman musuh, catatan domestik pemerintahan Khamenei tetap menjadi perdebatan. Kebijakan garis keras Iran di bawah kepemimpinan Khamenei juga menjadi bagian penting dari pemakaman ini, di mana tokoh-tokoh konservatif dan petinggi militer terus menyuarakan pidato anti-Israel dan anti-Amerika Serikat.

Namun, kegagalan negosiasi dengan Amerika Serikat terkait pencairan dana Iran menunjukkan bahwa Iran masih menghadapi tekanan di masa depan, terutama terkait kebijakan regional yang dianggap destabilisatif. Rezim Iran diharapkan mampu mengevaluasi arah kebijakan negara ini pasca-kematian Khamenei, apakah akan terus mempertahankan strategi lama ataukah akan melakukan perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Iran.

Source link