Pada hari Jumat (17/04/2026), Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi dari Kementerian Koperasi, Panel Barus, telah menyampaikan perkembangan terkait pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), yang merupakan program prioritas dari Presiden Prabowo. Pemerintah menargetkan bahwa pada Juli-Agustus 2026, akan ada 30 ribu Kopdes yang siap diaktivasi/beroperasi, sesuai dengan proyeksi pembangunan KDMP yang sedang berlangsung. Gedung-gedung yang dibangun sebagai sarana prasarana KDMP akan digunakan untuk berbagai kegiatan bisnis dan ekonomi masyarakat, seperti unit penjualan sembako, simpan pinjam, pergudangan, transportasi logistik, klinik desa, dan gerai obat.
Menurut Panel Barus, keberhasilan operasional KDMP akan ditentukan oleh tiga indikator utama. Pertama, Kopdes harus mampu menyelesaikan masalah distribusi dan biaya logistik yang tinggi dengan cara menjual produk-produk dengan harga terjangkau. Kedua, Kopdes perlu menyediakan kredit modal kerja bagi masyarakat desa untuk mengatasi urusan rentenir. Terakhir, Kopdes harus dapat menjadi offtaker (penyerap) hasil pertanian atau kegiatan ekonomi masyarakat desa dengan memberikan harga yang menguntungkan bagi petani.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat dilihat dalam dialog antara Dina Gurning dengan Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, yang disiarkan dalam program Nation Hub di CNBC Indonesia.





