Eropa Kehilangan Kepercayaan pada AS
Jakarta, CNBC Indonesia – Kepercaaan publik Eropa terhadap jaminan keamanan Amerika Serikat (AS) mencapai titik terendah dalam sejarah modern. Kontroversi kebijakan Presiden AS Donald Trump dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik menyebabkan mayoritas warga Eropa tidak lagi yakin Washington akan membantu dalam situasi krisis.
Persepsi Negatif Terhadap Sekutu Tradisional
Berdasarkan survei European Council on Foreign Relations (ECFR) di 15 negara Eropa, hanya 11% responden yang masih melihat AS sebagai sekutu, turun drastis dari 22% pada 2024. Mayoritas kini menganggap AS hanya sebagai “mitra yang diperlukan” atau bahkan sebagai rival atau musuh langsung.
Hilangnya keyakinan bahwa AS akan memenuhi komitmen pertahanan jika Eropa diserang juga terungkap dalam survei ini. Mayoritas warga Eropa percaya negara tetangga mereka lebih bersedia memberikan bantuan dalam krisis daripada AS.
Dorongan untuk Pertahanan Mandiri
Hasil survei juga menunjukkan dukungan yang meningkat untuk memperkuat pertahanan Eropa secara mandiri. Banyak warga Eropa menunjukkan kesiapan untuk mengurangi ketergantungan pada Washington dan menekankan pentingnya dukungan dari negara tetangga dalam situasi krisis.
Perubahan sikap publik ini menjadi momen penting bagi pemimpin Eropa untuk mempercepat pembangunan kapasitas pertahanan kawasan. Meskipun kepercayaan terhadap AS menurun, mayoritas warga Eropa masih memandang NATO sebagai fondasi utama keamanan Eropa.
Kewaspadaan terhadap Rusia dan Ukraina
Masyarakat Eropa juga menunjukkan kewaspadaan terhadap Rusia, terutama terkait dengan impor energi. Meskipun harga energi meningkat, banyak yang menilai impor minyak dan gas Rusia sebagai langkah yang tidak menguntungkan.
Terkait dengan Ukraina, pendapat publik masih terbelah. Di beberapa negara, terdapat penolakan terhadap keanggotaan Ukraina di Uni Eropa dalam kondisi saat ini. Hal ini mencerminkan kompleksitas hubungan antara negara-negara Eropa dalam menghadapi geopolitik regional.





