Kisah Nyaris Menjadi Menteri Arab: Mata-Mata Israel Terungkap

by -59 Views

Agen rahasia Israel, Eli Cohen, memiliki sejarah hidup yang sangat unik, berhasil masuk ke lingkaran kekuasaan pemerintahan Suriah hingga hampir diangkat sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Menggunakan nama samaran Kamel Amin Thaabet, Cohen terlibat dalam salah satu operasi intelijen paling bersejarah yang dilakukan oleh Mossad. Lahir dan besar di Mesir, Cohen direkrut oleh Mossad pada tahun 1954 dan dikirim ke Suriah dengan kedok sebagai pengusaha tekstil kaya. Dengan latar belakang fiktifnya sebagai pria Suriah yang berpindah ke Argentina, Cohen berhasil memperkuat penyamarannya.

Menurut buku “Our Man in Damascus” karya Elie Cohn, Cohen mulai memperkenalkan diri di Suriah melalui Jenderal Amin al-Hafez, yang saat itu menjabat sebagai atase militer Suriah di Argentina. Dengan alasan ingin kembali membantu membangun Suriah dari korupsi, Cohen berhasil mendapatkan kepercayaan dari Al-Hafez. Kepercayaan itu membuka pintu luas bagi Cohen untuk berkumpul dengan pejabat-pejabat tinggi dan elit militer Suriah. Operasi Cohen semakin lancar, terutama dalam pengumpulan informasi strategis melalui pesta-pesta yang diperlihatkannya kepada elite Suriah.

Pada tahun 1963, setelah Al-Hafez naik menjadi presiden, hubungan keduanya semakin erat. Cohen bahkan mendapat akses ke lokasi-lokasi militer sensitif di Suriah untuk mengumpulkan informasi penting. Namun, pada tahun 1965, rahasia Cohen terbongkar setelah militer Suriah mendeteksi sinyal kode morse mencurigakan dari rumahnya. Setelah ditangkap sebagai mata-mata, Cohen mengalami penyiksaan dan dieksekusi di depan publik pada 18 Mei 1965. Meski demikian, informasi yang dibocorkannya membantu Israel memenangkan Perang Enam Hari pada tahun 1967, mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu sosok berpengaruh dalam sejarah intelijen Timur Tengah.

Source link