Perkembangan Terbaru Konflik AS-Iran dan Dampaknya
Jakarta, CNBC Indonesia – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin memanas setelah Iran melancarkan serangan ke sejumlah negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS. Serangan tersebut merupakan balasan atas operasi militer AS terhadap Iran di Selat Hormuz.
Iran Balas Serangan AS dengan Menyerang Negara Arab
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang sejumlah fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania menggunakan drone dan rudal jarak jauh. IRGC menyatakan bahwa serangan ini merupakan respons atas operasi militer AS terhadap Iran sebelumnya.
Trump Ancam Iran Akan ‘Membayar Harganya’
Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Iran akan menghadapi konsekuensi atas serangan tersebut. Trump menuduh Iran memperlambat proses negosiasi damai dan menyatakan bahwa Iran harus ‘membayar harganya’.
Palestina Kutuk Serangan Iran ke Bahrain, Kuwait, dan Yordania
Kantor Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengutuk serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Palestina menyatakan solidaritas kepada ketiga negara tersebut dan mendukung langkah-langkah untuk mempertahankan kedaulatan masing-masing.
Wilayah Militer Iran Kembali Diserang
Di dalam wilayah Iran, kawasan militer angkatan laut di kota Konarak menjadi sasaran serangan jet tempur. Investigasi atas serangan tersebut masih berlangsung.
AS Klaim Selat Hormuz Tetap Aman
Meskipun Iran mengklaim mengendalikan Selat Hormuz, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) membantah klaim tersebut. CENTCOM menyatakan bahwa Iran tidak menguasai jalur pelayaran strategis tersebut.
Pasar dan Rusia Ikut Terdampak Konflik
Di tengah meningkatnya ketegangan, pasar dan Rusia juga terdampak. Indeks NASDAQ menguat meskipun pasar tetap mencermati risiko konflik yang lebih luas. Sementara itu, Rusia mencatat surplus anggaran bulanan pertama tahun ini.
Demikianlah perkembangan terbaru konflik AS-Iran serta dampaknya terhadap pasar dan Rusia.





