Lloyds dan Visa Uji Stablecoin untuk Transaksi Rp13 Miliar

by -36 Views

Lloyds dan Visa menyelesaikan uji coba pembayaran lintas batas menggunakan stablecoin senilai US$750.000 atau sekitar Rp13,41 miliar. Uji coba yang berlangsung selama tujuh hari itu menjadi pengujian langsung atas penggunaan aset digital untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran antar-lembaga keuangan.

Lloyds menyebut transaksi tersebut sebagai uji coba penyelesaian stablecoin pertama antara Visa dan grup perbankan besar di Inggris. Informasi ini dikutip dari The Block pada Jumat (2/10/2026).

Transaksi selesai kurang dari satu jam

Dalam rangkaian pengujian tersebut, Lloyds membeli stablecoin USDC melalui Archax. Bursa aset digital yang teregulasi di Inggris itu digunakan untuk mendukung penyelesaian transaksi dalam denominasi dolar Amerika Serikat.

Transaksi dicatat melalui cabang Corporate Markets Lloyds di Jersey, kemudian dana dikirimkan kepada Visa yang berada di Amerika Serikat. Menurut Lloyds, dana tersebut tiba dalam waktu kurang dari satu jam. Kecepatan itu juga tercapai ketika transaksi dilakukan pada akhir pekan.

Hasil tersebut dibandingkan dengan mekanisme penyelesaian lintas batas secara tradisional yang dapat membutuhkan waktu satu hari atau lebih apabila instruksi pembayaran dimulai di luar jam operasional perbankan. Namun, pengujian ini tidak mencakup pembayaran yang dilakukan oleh nasabah. Fokusnya adalah penyelesaian kewajiban antara institusi keuangan.

Pengujian dilakukan di dua jaringan blockchain

Selama uji coba berlangsung, Lloyds menjalankan node miliknya sendiri di Canton Network. Pada saat yang sama, Visa mendukung penyelesaian transaksi melalui jaringan blockchain publik lain yang tidak disebutkan namanya.

Penggunaan node milik Lloyds menjadi bagian dari pengujian kemampuan operasional bank dalam memproses transaksi berbasis blockchain. Sementara itu, dukungan Visa pada jaringan publik terpisah digunakan dalam proses penyelesaian kewajiban pembayaran yang diuji selama tujuh hari tersebut.

Kepala Aset Digital Lloyds Peter Left mengatakan, pengujian itu memberikan kesempatan bagi kedua pihak untuk menguji penggunaan stablecoin dalam kondisi nyata, bukan hanya membahasnya secara konseptual.

“Menyelesaikan kewajiban pembayaran langsung senilai US$ 750.000 antara Lloyds dan Visa menggunakan stablecoin memungkinkan kami untuk melangkah lebih jauh dari sekadar teori dan menguji kemampuan ini dalam situasi nyata,” tutur Left.

Uji coba ini menempatkan stablecoin dalam konteks penyelesaian transaksi antar-lembaga keuangan, bukan sebagai instrumen pembayaran ritel. Nilai transaksi, jalur pengiriman dana dari Jersey ke Amerika Serikat, serta waktu penyelesaian menjadi bagian dari pengujian yang dilakukan Lloyds dan Visa.

Source link