Masjid Hendak Dibongkar, Warga Muslim Bentrok dengan Polisi

by -38 Views

Rencana pelebaran jalan untuk menyambut Simhastha Kumbh Mela 2028 memicu ketegangan di Kota Ujjain, India. Bagian Masjid Shahi di kawasan Chhatri Chowk terancam dibongkar, sementara warga Muslim berjaga dan berhadapan dengan aparat yang membawa buldoser ke sekitar masjid.

Kericuhan terjadi setelah ratusan hingga ribuan orang berkumpul pada Minggu malam. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Menurut laporan media, sebagian demonstran melempar batu ke arah aparat, yang merespons dengan pemukulan menggunakan tongkat. Sedikitnya 12 orang terluka dan sejumlah pria ditangkap.

Sengketa Berlangsung Selama Dua Bulan

Zeeshan Khan, warga Muslim berusia 30 tahun yang ikut dalam aksi tersebut, mengatakan persoalan Masjid Shahi telah berlangsung sekitar dua bulan. Kepada Al Jazeera melalui sambungan telepon pada Selasa, ia menyebut Perusahaan Kota Ujjain sebelumnya mengirimkan pemberitahuan terkait rencana pengambilalihan sebagian area masjid demi pelebaran jalan.

“Ini dimulai sekitar dua bulan lalu, ketika Perusahaan Kota Ujjain mengeluarkan pemberitahuan kepada Masjid Shahi, yang menyatakan bahwa masjid tersebut harus diambil alih karena jalan perlu diperlebar,” kata Khan, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Rabu (30/9/2026).

Menurut Khan, pemerintah kota memberi batas waktu hingga 10 September kepada pengelola masjid untuk membongkar bagian bangunan yang dinilai menghalangi proyek. “Mereka memberi batas waktu 10 September untuk ‘membongkar bangunan itu sendiri’, dan jika tidak, pemerintah akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya.

Pengelola masjid kemudian menempuh jalur hukum, tetapi gugatan untuk menghentikan pembongkaran ditolak pengadilan tinggi setempat. Pengadilan beralasan, penyelenggaraan ziarah Hindu pada 2028 memerlukan ruang tambahan untuk mengatur lalu lintas karena banyak pengunjung diperkirakan datang dari luar wilayah.

Pemerintah dan pengelola masjid sempat berunding. Hasilnya, bagian yang dibongkar disepakati hanya berjarak tiga kaki dari badan jalan, lebih sedikit dibanding tuntutan awal pejabat yang mencapai tujuh kaki.

Pembongkaran Dilakukan dari Dalam Komunitas

Situasi kembali memanas ketika aparat membawa buldoser mendekati masjid pada Minggu malam. Pihak berwenang menyatakan unggahan sejumlah pria Muslim di media sosial, yang menggunakan konten hasil kecerdasan buatan, memicu rumor bahwa masjid akan segera dihancurkan. Khan menyampaikan versi berbeda dan mengatakan pemerintah memblokir kawasan tersebut serta meminta komunitas membongkar masjid sendiri atau menghadapi pembongkaran oleh aparat.

Karena khawatir alat berat langsung merobohkan bangunan, komite masjid akhirnya menyetujui pembongkaran sebagian secara mandiri. Puluhan pria Muslim menggunakan palu dan batang besi untuk meruntuhkan platform di sekitar masjid. “Kami menghancurkannya dengan tangan kami sendiri,” kata Khan. “Ini sangat menyakitkan bagi kami.”

Pada Selasa, menurut Khan, aparat juga membongkar sebagian menara masjid. Namun, ia mengatakan pekerjaan tersebut belum menyentuh bagian dalam bangunan utama. Pemerintah Ujjain setelah itu menutup kawasan sekitar Masjid Shahi dan mengerahkan personel keamanan dalam jumlah besar.

Ujjain terletak sekitar 200 kilometer dari Bhopal, ibu kota Madhya Pradesh. Pemerintah daerah menyiapkan pelebaran jalan untuk Simhastha Kumbh Mela 2028, salah satu ziarah besar umat Hindu yang digelar di tepi Sungai Kshipra.

Protes turut bergema di New Delhi. Monitoring Committee of Indian Muslims menggelar demonstrasi pada Selasa bersama sejumlah anggota parlemen Muslim dan pemimpin agama. Presiden Jamaat-e-Islami Hind, Syed Sadatullah Hussaini, menyebut persoalan tersebut menyangkut perlindungan hukum dan konstitusional terhadap tempat ibadah.

Asif Mujtaba, pendiri lembaga amal di New Delhi, mengatakan banyak Muslim mengaitkan pembongkaran itu dengan situasi politik sejak BJP berkuasa. “Orang-orang melihat sejarah mereka menghilang dari kota,” katanya.

Source link