Jakarta, CNBC Indonesia – Program Magang Nasional 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI telah berhasil menarik sekitar 100.000 peserta, dan kini dilanjutkan pada tahun 2026 dengan peningkatan kuota menjadi 150.000 peserta.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa Program Magang Nasional ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Prabowo. Tujuan dari program ini adalah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi sekaligus memberikan bekal kepada lulusan perguruan tinggi negeri agar siap bersaing di dunia kerja.
Magang Sebagai Jawaban terhadap Tantangan Produktivitas
Selama program magang berlangsung, Kemnaker mencatat bahwa magang selama 6 bulan ini mampu menanggapi tantangan yang berkaitan dengan produktivitas dan daya saing tenaga kerja Indonesia. Bahkan, sebanyak 60% peserta magang berhasil mendapatkan tawaran kerja di tempat magangnya.
Dukungan Kemnaker terhadap Pendidikan dan Mismatch Skill
Dalam upaya menghadapi permasalahan mismatch skill antara calon tenaga kerja dengan kebutuhan dunia kerja, Kemnaker memberikan dukungan kepada lembaga pendidikan untuk meningkatkan keterampilan dan sertifikasi calon tenaga kerja. Hal ini diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara kebutuhan dunia industri dengan lulusan perguruan tinggi.
Namun, Kemnaker juga mengakui masih adanya tantangan di lapangan kerja akibat gejolak ekonomi global. Oleh karena itu, Kemnaker terus mendorong peningkatan kompetensi calon tenaga kerja agar dapat memenuhi kebutuhan sektor usaha. Kerjasama dengan perguruan kerja juga menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk membangun career center guna memberikan pemahaman yang lebih baik tentang dunia kerja kepada mahasiswa.
Selain itu, Kemnaker juga menyoroti masalah perlindungan bagi pekerja platform digital di sektor non-formal yang masih belum terfasilitasi dengan baik secara jaminan sosial. Oleh karena itu, pemerintah hadir dengan memberikan perlindungan melalui program jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, serta mendorong peningkatan keterampilan, penyusunan struktur upah, serta pelayanan perumahan dan transportasi.
Informasi lebih lanjut dapat disimak melalui wawancara Maria Katarina dengan Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, dalam program Economic Update, CNBC Indonesia (Jumat, 03/07/2026).





