Mendag Laporkan Kinerja Perdagangan Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perdagangan (Kemendag) melaporkan kinerja perdagangan Indonesia sepanjang 2025 tetap positif. Meskipun dihadapi tantangan ekonomi global, surplus neraca perdagangan Indonesia selama Januari hingga Desember 2025 mencapai US$41,05 miliar. Hal ini didukung oleh pertumbuhan ekspor barang dan jasa.
Menteri Perdagangan: Pertumbuhan Ekspor Positif
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan bahwa kinerja perdagangan tahun 2025 menunjukkan performa yang sangat baik. Selain surplus perdagangan yang mencapai US$41,05 miliar, terdapat juga pertumbuhan ekspor riil barang dan jasa sebesar 7,03%, pertumbuhan ekspor nonmigas sebesar 7,06%, dan rasio ekspor jasa terhadap PDB sebesar 3,03%.
Program Prioritas Kemendag
Untuk menjaga momentum positif tersebut, Kemendag menetapkan tiga program prioritas sebagai fokus kebijakan perdagangan. Program pertama adalah pengamanan pasar dalam negeri melalui peningkatan kepastian berusaha, pemberdayaan produk lokal, fasilitasi sertifikasi produk, hingga perlindungan industri dalam negeri.
Sementara program kedua difokuskan pada perluasan pasar ekspor melalui penguatan diplomasi perdagangan, pembukaan pasar baru di negara non tradisional, dan peningkatan promosi ekspor. Sedangkan program ketiga adalah UMKM Bisa Ekspor, yang bertujuan untuk meningkatkan partisipasi UMKM dalam ekspor melalui berbagai program pendukung.
Melalui implementasi ketiga program strategis tersebut, Kementerian Perdagangan menegaskan komitmennya untuk memperkuat daya saing nasional, memperluas kontribusi ekspor, dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan.
(wur)





