Menekan Biaya Hidup: Negara Tetangga RI Tambah Kuota BBM Subsidi

by -42 Views






Malaysia Tambah Kuota BBM Subsidi, Manfaatkan Kebijakan Program Budi MADANI

Malaysia Tambah Kuota BBM Subsidi, Manfaatkan Kebijakan Program Budi MADANI

Pemerintah Malaysia menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi demi meredakan tekanan biaya hidup pada warganya. Kebijakan ini diambil dalam konteks ketidakpastian harga minyak global. Program Budi MADANI RON95 (BUDI95) menjadi sarana utama dalam peningkatan kuota BBM yang bersubsidi.

Malaysia Ambil Langkah Cepat untuk Memenuhi Kebutuhan Warganya

Pada hari Kebangsaan di Putrajaya International Convention Centre (PICC), Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, mengumumkan peningkatan kuota BBM subsidi menjadi 300 liter per bulan. Sebelumnya, pasokan BBM subsidi sempat dipangkas menjadi 200 liter per bulan akibat dinamika di Asia Barat. Keputusan tersebut diambil untuk mendukung lebih dari 16 juta pengguna RON95 bersubsidi.

“Lebih dari setengah juta pemilik kendaraan pikap dan jip berbahan bakar diesel juga akan menerima hingga 400 liter Budi Diesel per bulan sebagai manfaat dari kebijakan ini,” kata Anwar dalam pidatonya.

Meringankan Tekanan Hidup Warga dan Memberikan Dampak Positif Secara Ekonomi

Selain itu, harga BBM RON95 bersubsidi tetap stabil di level RM1,99 per liter. Langkah tambahan ini diambil oleh pemerintah Malaysia untuk merespons kondisi ekonomi yang sulit akibat pemanasan global. Menurut Menteri Keuangan Malaysia, langkah-langkah tersebut mulai berlaku pada 1 September sebagai upaya konkrit dalam meringankan beban biaya hidup masyarakat.

Subsidi bahan bakar merupakan salah satu bentuk bantuan yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, termasuk kelompok M40 dan T20, dengan total anggaran mencapai hingga RM40 miliar. Kelompok M40 adalah kelas menengah, sedangkan T20 adalah kelompok dengan pendapatan tinggi di Malaysia.

Dengan mengambil langkah-langkah ini, pemerintah Malaysia menunjukkan komitmennya untuk memastikan semua lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Sumber: CNBC Indonesia

Source link