Menteri Pertahanan AS: Trump Tak Perlu Izin Kongres Serang Iran
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait serangan terhadap Iran. Menurut Hegseth, Presiden Donald Trump tidak memerlukan persetujuan Kongres untuk melanjutkan serangan terhadap Iran, meskipun telah melewati batas waktu 60 hari sesuai hukum federal.
Pernyataan Menhan AS
Pernyataan tersebut disampaikan dalam program Squawk Box CNBC Indonesia pada Rabu, 13 Mei 2025. Hegseth menegaskan bahwa Presiden Trump memiliki wewenang penuh untuk melanjutkan aksi agresif terhadap Iran tanpa harus mendapatkan izin lebih lanjut dari Kongres.
Menurut Hegseth, ini merupakan langkah yang dianggap penting untuk menjaga keamanan nasional Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Dia percaya bahwa kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Trump telah dilakukan dengan pertimbangan matang demi kepentingan negara.
Respons dan Kontroversi
Pernyataan Hegseth ini tentu saja menuai respons yang bermacam-macam dari berbagai pihak. Beberapa pihak mendukung sikap tegas yang diambil oleh pemerintahan Trump terkait Iran, sementara yang lain mengkritik keras langkah tersebut.
Meskipun begitu, Hegseth tetap kukuh pada pendiriannya bahwa keputusan terkait Iran adalah hak prerogatif Presiden Trump sebagai pemimpin tertinggi negara. Dia menegaskan bahwa keputusan ini diambil demi kebaikan negara dan masyarakat Amerika Serikat.
Dengan pernyataan kontroversial ini, kembali terbuka diskusi seputar kewenangan dan batasan kekuasaan eksekutif dalam kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Bagaimana pun, langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pemerintahan Trump tetap menjadi tanda tanya besar bagi banyak pihak.




