Menjemput Jiwa yang Tak Pernah Runtuh di Balik Tragedi Usak Jawa: Kisah Wusi Tungkau Nansarunai

by -35 Views

Pementasan Sendratari “Wusi Tungkau Nansarunai” Menghidupkan Memoar Suku Dayak Ma’anyan

Di bawah cahaya gemerlap lampu panggung UPT Taman Budaya Kalimantan Tengah, pada Jumat (1/5/2026) malam, sebuah memoar kolektif bangsa Dayak Ma’anyan dihadirkan kembali melalui pementasan sendratari yang menggugah.

Bukan hanya sekadar tarian, sendratari bertajuk “Wusi Tungkau Nansarunai” hadir sebagai cerminan mendalam tentang kepunahan, hawa nafsu, dan keteguhan untuk bangkit dari puing-puing sejarah.

Tragedi Kehancuran Kerajaan Nansarunai dan Pesan Filosofisnya

Pementasan ini menggambarkan kejayaan Kerajaan Suku Dayak Ma’anyan yang berdiri sejak zaman purba dan menjelma sebagai simbol harmoni di bawah pemerintahan Amah Jarang. Namun, ketentraman terganggu dengan munculnya ancaman dari luar yang dikenal sebagai “Nansarunai Usak Jawa”.

Serangan tersebut menyebabkan peperangan dahsyat yang menghancurkan peradaban Nansarunai hingga rata dengan tanah. Melalui sendratari ini, penonton diajak untuk merenungkan betapa pentingnya mengendalikan hawa nafsu agar tidak membinasakan segala yang sudah dibangun.

Melangkah ke Masa Depan dengan Penuh Harapan

Peserta pementasan dan penonton yang memenuhi tribun UPT Taman Budaya disuguhi dengan adegan haru saat Suku Dayak Ma’anyan bergegas menuju hutan sebagai upaya bertahan hidup. Namun, di tengah kehancuran, pesan yang disampaikan adalah bahwa kekuatan bangsa tidak hanya terletak pada fisik, melainkan pada semangat untuk bangkit kembali.

Alfirdaus, produser pementasan, menegaskan bahwa cerita tentang Nansarunai tidak hanya sekadar sejarah, melainkan bagian dari identitas yang harus tetap hidup dalam setiap generasi. Pementasan ini diharapkan mampu membangun kesadaran akan pentingnya memahami sejarah dan menjaganya agar tidak tenggelam oleh hawa nafsu.

Malam itu, panggung UPT Taman Budaya menjadi saksi bahwa meskipun masa lalu penuh luka, semangat baru dapat terbangun dari kekuatan untuk mengubah tragedi menjadi inspirasi yang membangkitkan.

Source link