Menteri Keuangan Prancis, Roland Lescure, menyatakan bahwa Eropa membutuhkan lebih banyak stablecoin berbasis euro untuk mengakhiri dominasi Amerika Serikat dalam pembayaran digital. Bank-bank di wilayah tersebut didesak untuk mengeksplorasi deposito tokenisasi guna meningkatkan volume stablecoin yang dipatok ke euro. Sejumlah bank di dunia sedang melakukan eksperimen dengan jenis kripto ini, yang dirancang untuk mempertahankan nilai konstan dan didukung oleh mata uang tradisional.
Meskipun beberapa bank telah bergabung dalam menguji teknologi stablecoin, pasar ini masih didominasi oleh Tether dari El Salvador. Koin tersebut sebagian besar digunakan untuk perdagangan kripto dan belum banyak digunakan dalam pembayaran secara langsung. Sebagian bank Eropa menyatakan bahwa permintaan untuk stablecoin masih terbatas, meskipun sekelompok bank seperti ING, UniCredit, dan BNP Paribas telah membentuk perusahaan untuk meluncurkan stablecoin yang dipatok ke euro dalam upaya untuk melawan dominasi AS dalam pembayaran digital.
Menteri Lescure menekankan pentingnya pengembangan lebih banyak stablecoin berbasis euro dan mendorong bank untuk lebih mengeksplorasi peluncuran deposito yang di tokenisasi. Inisiatif ini diharapkan dapat membantu Eropa mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam sektor pembayaran digital.





