Milly Alcock: Kisah SuperGirl Trauma Kehancuran Krypton

by -24 Views

JAKARTA – Milly Alcock membahas karakter Supergirl yang dia perankan dalam film Supergirl: Women of Tomorrow arahan sutradara James Gunn.

Dalam sebuah wawancara dengan media asing, Milly Alcock mengungkapkan bahwa karakter Supergirl tidaklah sama dengan Superman. Supergirl bukanlah pahlawan super yang kuat, melainkan penuh dengan trauma akibat kehancuran planet Krypton.

Supergirl: Penyintas Trauma yang Tangguh

Kara Zor-El, atau Supergirl, menyaksikan sendiri kehancuran planet Krypton, sehingga membawa beban psikologis yang membuatnya lemah dan tidak terkontrol. Berbeda dengan Superman, yang hanya mendengar cerita tentang kehancuran tersebut.

Milly Alcock menyatakan bahwa membaca naskah karya James Gunn membantunya memahami peran Kara Zor-El, yang merupakan kontras kuat dengan Superman. Kara adalah seorang penyintas trauma yang tangguh, namun memiliki kelemahan yang tidak dapat disembuhkan.

Karakter Supergirl yang Gelap dan Emosional

Direktur Craig Gillespie menegaskan bahwa film ini memiliki nuansa yang lebih gelap dibandingkan dengan kisah Superman. Ia menekankan bahwa Supergirl dalam film ini akan ditampilkan sebagai sosok yang emosional, berantakan, dan keras kepala akibat trauma kehancuran Krypton.

Supergirl pertama kali muncul dalam komik sebagai “Super-Girl” di Superman #123 pada Agustus 1958, sebelum debut resminya sebagai “Supergirl” (Kara Zor-El) di Action Comics #252 pada Mei 1959.

Kara Zor-El, putri dari Zor-El dan saudara kandung Jor-El (ayah Superman), merupakan karakter alien dari Krypton dengan kekuatan super mirip dengan Superman. Ia memiliki kekuatan, kecepatan, dan kekuatan visual yang luar biasa.

Supergirl juga dikenal dengan kemampuan heat vision, embusan napas pembeku, dan kemampuan terbang dengan kecepatan tinggi. Perannya dalam film Supergirl: Women of Tomorrow menyoroti sisi gelap dan emosional karakternya akibat trauma yang dia alami.

*Source link

Source link