Pembicaraan Skizofrenia dan Pemberdayaan UMKM oleh Mahasiswa UC Surabaya

by -48 Views





Fashion Show UC Surabaya: Streetwear Konseptual hingga Budaya Lokal

Semakin berkembangnya zaman, gelaran fashion show menjadi bukti bahwa busana bukan hanya sekadar penampilan, tetapi juga sarat akan makna dan isu-isu aktual yang tengah berkembang. Fashionology 2026, yang diselenggarakan oleh Program Studi Fashion Product Design and Business dari Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra (UC) Surabaya, menghadirkan perspektif fashion yang segar dan relevan.

Koleksi “Interior” oleh Jocelin Clementine

Salah satu karya yang mencuri perhatian dalam acara tersebut adalah koleksi streetwear konseptual “Interior” karya Jocelin Clementine. Melalui koleksinya, Jocelin berhasil menggambarkan kompleksitas psikologis penderita Skizofrenia Paranoid dengan sentuhan fashion yang personal dan indah.

Dengan menggunakan bahan denim dan katun, Jocelin merancang siluet oversized, konstruksi asimetris, motif mata, aksen slashing, dan lilitan tali merah serta rantai sebagai representasi dari keadaan psikologis para penderita. Melalui detail-detail yang cerdas ini, Jocelin berhasil mengekspresikan isu kesehatan mental dengan penuh empati dan keindahan.

Budaya Lokal dan Pemberdayaan UMKM dalam Fashion

Di sisi lain, Muhammad Atho’illah menyajikan koleksi streetwear yang terinspirasi dari Skena Hip Hop Lokal. Dengan memadukan keberagaman gaya berpakaian komunitas hip hop dan berkolaborasi dengan pengrajin batik lokal, Atho’illah berhasil menghadirkan pakaian streetwear yang unik dan bernilai budaya.

Melalui koleksinya, Atho’illah tidak hanya berhasil menciptakan pakaian streetwear yang estetis, tetapi juga membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi UMKM dan pengerajin batik lokal. Ini merupakan contoh bagaimana fashion dapat menjadi ruang negosiasi identitas anak muda urban sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif di tingkat lokal.

Menurut Ketua Program Studi Fashion Product Design and Business UC Surabaya, Yoanita Kartika Sari Tahalele, karya-karya dari mahasiswa tidak hanya mencerminkan kreativitas dan inovasi, tetapi juga menjawab problematika sosial yang ada melalui desain dan produk fashion secara holistik.

Fashionology 2026 tidak hanya menjadi wahana bagi mahasiswa untuk berkreasi, tetapi juga sebagai jembatan menuju industri fashion yang lebih luas. Dengan adanya acara ini, para mahasiswa dapat terhubung langsung dengan industri dan mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan karir mereka di dunia fashion.


Source link