Pemegang Saham Setujui Likuidasi Aset Bitcoin Satsuma

by -38 Views

Investor Melikuidasi Aset Bitcoin: Satsuma dan Empery Digital

Beberapa bulan yang lalu, Satsuma, perusahaan terkemuka di Inggris, mengalami kejatuhan drastis setelah kehilangan lebih dari 99% dari harga sahamnya. Saat bitcoin terus merosot, Satsuma terpaksa menjual sebagian besar Bitcoinnya senilai £40 juta atau setara dengan Rp 957,63 miliar saat ini. Penjualan ini dilakukan untuk memenuhi kewajiban pembayaran pada pemegang obligasi.

Satsuma dan Masalah Likuidasi

Satsuma telah menerima tekanan dari para investor, termasuk Pantera, untuk melikuidasi sisa Bitcoin yang mereka miliki. Ironisnya, Satsuma sebelumnya menerima sumbangan sebesar 1.097 BTC senilai hampir US$97 juta atau Rp 1,7 triliun dalam bentuk tunai selama penggalangan dana. Namun, saat ini, Satsuma diketahui telah menjual sebagian besar Bitcoinnya untuk menutupi kerugian yang dialami.

Pada bulan April, saham Satsuma (LSE: SATS) terus merosot, memaksa perusahaan ini untuk menjual sejumlah besar Bitcoinnya. Keputusan ini menjadi pembicaraan hangat di kalangan pemegang saham dan investor Bitcoin lainnya.

Empery Digital dan Penjualan Bitcoin

Sementara itu, Empery Digital juga terlibat dalam penjualan Bitcoin yang signifikan. Mereka berhasil menjual 1.400 BTC dengan nilai lebih dari US$87 juta atau Rp 1,5 triliun. Dana dari penjualan ini digunakan untuk membiayai investasi pusat data artificial intelligence (AI) dan melunasi utang perusahaan.

Hal ini menunjukkan bahwa pemegang Bitcoin korporat tengah menghadapi tantangan besar dalam mengelola aset kripto mereka. Meskipun Bitcoin pernah booming pada tahun sebelumnya, namun beberapa perusahaan terpaksa menjual aset digital ini untuk mengatasi masalah keuangan yang dihadapi.

Pemotongan target harga oleh TD Cowen untuk perusahaan perbendaharaan Bitcoin terkemuka, The Smarter Web Company, juga menjadi sorotan utama. Meskipun harga Bitcoin direvisi, namun peringkat Beli tetap dipertahankan. Saat ini, TSWC masih menyimpan 2.878 BTC senilai lebih dari US$191 juta atau Rp 3,4 triliun.

Source link