Pengaruh The Fed dan Fasilitas Repo Jepang Terhadap Kenaikan Bitcoin

by -48 Views

Arthur Hayes: Bitcoin Bisa Melonjak Jika The Fed Perluas Fasilitas Repo Jepang

Menurut Arthur Hayes, pemerintah Jepang memiliki sekitar US$ 1,143 triliun obligasi Treasury AS dan Government Pension Investment Fund (GPIF) memegang sekitar US$ 230 miliar Treasury AS. Total aset yang potensial digunakan mencapai US$ 1,373 triliun.

Kapasitas FIMA dan Potensi Likuiditas Dolar Global

Fasilitas FIMA saat ini membatasi setiap pihak hanya dapat mengakses hingga US$ 60 miliar. Namun, perhatian utama Hayes adalah kesenjangan antara batas fasilitas tersebut dan kepemilikan Treasury Jepang.

Hayes memperkirakan jika kapasitas FIMA diperbesar, likuiditas dolar global dapat meningkat. Dengan skenario ini, Jepang bisa meminjam dolar dengan menjaminkan Treasury AS, lalu menjualnya untuk membeli yen dan mendukung nilai tukar mata uangnya.

Pendapat Arthur Hayes

Dalam esainya, Hayes menyatakan keyakinannya bahwa semakin banyak Jepang mencetak uang, semakin tinggi nilai Bitcoin naik. Namun, dia juga mengakui bahwa skenario tersebut masih bersifat kondisional dan sangat tergantung pada kebijakan The Fed.

Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga mendesak The Fed untuk memperluas fasilitas FIMA. Namun, ekonom Daleep Singh berpendapat bahwa fasilitas yang lebih besar akan berperan sebagai “peredam guncangan, bukan obat untuk tren mata uang”.

Hayes sendiri saat ini lebih memilih meningkatkan eksposurnya pada Bitcoin, emas fisik, dan saham perusahaan tambang emas sebagai antisipasi terhadap kemungkinan perubahan aturan terkait fasilitas likuiditas tersebut.

Source link