Pengusaha Kanada: Kegelisahan Terbesar Tentang Bitcoin

by -31 Views

Pengusaha Kanada Ungkap Hal Terburuk yang Pernah Terjadi pada Bitcoin

Pengusaha Kanada, Frank Giustra, yang juga dikenal di kalangan industri kripto, baru-baru ini mengungkapkan pandangannya tentang hal terburuk yang pernah dialami oleh bitcoin (BTC). Menurutnya, kondisi saat ini di mana bitcoin masih diperdagangkan 50% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa mencapai US$ 126.080 atau Rp 2,27 miliar pada 6 Oktober 2025 sangat memprihatinkan.

Era Maximalism Bitcoin Berakhir

Pada 2 Agustus 2026, Nic Carter menyatakan bahwa era maximalism bitcoin telah berakhir dan bitcoin seharusnya terlepas dari kultus yang mengelilinginya untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Di sisi lain, analis Jan Nieuwenhujis memprediksi bahwa salah satu pendiri perusahaan dengan cadangan bitcoin terbesar di dunia, Michael Saylor, akan menghadapi kegagalan dan bangkrut.

“Dia adalah hal terburuk yang pernah terjadi pada bitcoin,” tegas Giustra saat mengomentari hal ini. Kritik tersebut semakin memanas ketika Giustra menyinggung bahwa Saylor seharusnya tidak hanya mengandalkan model akumulasi Bitcoin milik Strategy yang dianggapnya hanya didasari oleh keserakahan dan Fear of Missing Out (FOMO).

Kritik Terhadap Model Akumulasi Bitcoin

Pada April 2021, Giustra juga pernah mengkritik tajam model akumulasi Bitcoin milik Strategy yang dianggapnya lebih bersifat promosional daripada strategis. Saat itu, bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 65.000 atau Rp 1,17 miliar dan harga emas mencapai US$ 1.700 atau Rp 30,66 juta per ons.

Menariknya, meskipun harga bitcoin masih bertahan di kisaran yang sama, harga emas saat ini telah melampaui US$ 4.000 per ons. Hal ini menunjukkan dinamika pasar dan perubahan nilai aset digital dan fisik dalam beberapa periode waktu yang singkat.

Source link