Harga Aset Kripto Bergerak di Zona Merah, Bitcoin Turun
Perdagangan aset kripto selama 24 jam terakhir menunjukkan gerakan mayoritas ke arah pelemahan. Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Solana (SOL) mengalami penurunan, dengan Bitcoin menurun lebih dari 2%.
Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) Melemah
Menurut data Coinmarketcap per Kamis (9/7/2026), Bitcoin (BTC) dengan kapitalisasi pasar US$ 1,25 triliun diperdagangkan pada level US$ 62.260,44, mengalami penurunan sebesar 2,07%. Penurunan nilai Bitcoin juga berdampak negatif pada aset kripto lainnya.
Ethereum (ETH) sebagai kripto terbesar kedua dengan kapitalisasi pasar US$ 209,75 miliar turut mengalami pelemahan. Harga Ethereum saat ini berada di US$ 1.738,86, mengalami penurunan 2,12% dari periode sebelumnya.
XRP dan Binance Coin (BNB) Juga Merosot
Kondisi pasar yang tidak menguntungkan juga dialami oleh XRP dan Binance Coin (BNB). XRP, dengan kapitalisasi pasar US$ 68,13 miliar, turun hingga US$ 1,09 setelah mengalami penurunan sebesar 2,27% selama 24 jam terakhir.
Sementara Binance Coin (BNB) dengan kapitalisasi pasar US$ 76,45 miliar diperdagangkan di level US$ 567,21, mengalami penurunan sebesar 2,04%.
Meskipun demikian, beberapa aset kripto seperti USD Coin (USDC) mampu bertahan stabil, sementara UNUS SED LEO (LEO) menjadi salah satu dari sedikit kripto yang mengalami kenaikan dalam 24 jam terakhir.
Dengan kondisi pasar yang terus berubah, pergerakan harga aset kripto tetap menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar dan investor dalam menjalankan strategi tradingnya.





