Perang di Iran dan penutupan Selat Hormuz telah menyebabkan gangguan dalam rantai pasokan nafta, cairan yang umumnya dihasilkan dari penyulingan minyak mentah dan gas alam. Kelangkaan ini berdampak pada konsumen di Korea Selatan yang mulai menimbun kantong sampah. Bahkan, beberapa pedagang menawarkan kantong sampah sebagai hadiah untuk pembelian produk. Namun, efek dari perang ini juga terlihat dalam insiden pencurian kantong plastik sampah di Ibu Kota Seoul.
Seorang wanita terekam mencuri kantong sampah dari tempat pembuangan sampah di Seoul, yang menunjukkan kepanikan beberapa warga Korea Selatan terhadap kelangkaan bahan-bahan terkait minyak bumi. Stasiun televisi lokal JTBC menayangkan rekaman kejadian ini yang memperlihatkan seorang wanita tak dikenal mengambil kantong plastik yang penuh dengan sampah dari kompleks perumahan bertingkat di Seoul. Meskipun video ini dikirim tanpa melaporkan ke kepolisian, tetapi diketahui bahwa Undang-Undang Pengendalian Sampah Korea mewajibkan bahan-bahan yang tidak dapat didaur ulang dibuang ke dalam kantong sampah khusus.
Selain itu, di Korea, terjadi panic buying pada kantong plastik dengan penjualan harian kantong sampah melonjak hampir lima kali lipat menjadi sekitar 2,7 juta unit. Situasi tersebut menyebabkan beberapa peritel besar memberlakukan pembatasan pembelian bagi konsumen, menandakan dampak serius dari kelangkaan bahan tersebut. Itulah kondisi terbaru terkait insiden pencurian kantong plastik sampah di Korea Selatan sebagai dampak perang Iran dan penutupan Selat Hormuz.
(hsy/hsy)





