Menurut 10X Research, perkiraan pergerakan harga Ethereum ke depan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global yang belum menentu. Ketidakpastian ini membuat harga ETH rentan terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), pelemahan dolar Amerika Serikat, dan fluktuasi pasar saham global.
Ethereum Berpotensi Turun
Di tengah ketidakpastian ini, lingkungan investasi yang cenderung menghindari risiko diyakini akan berdampak negatif pada aset spekulatif seperti mata uang kripto. Jika Ethereum gagal bertahan di level US$ 1.600, kemungkinan besar akan terjadi penurunan hingga area US$ 1.200.
Level US$ 1.200 memiliki arti penting karena mencerminkan titik terendah setelah kejatuhan FTX pada November 2022. Kembali ke level tersebut berarti hampir semua kenaikan yang terjadi selama pemulihan pasar kripto akan terhapus.
Investor Perlu Waspada
Meskipun ada peluang pemulihan jika Ethereum tetap di atas US$ 1.600, namun 10X Research memperingatkan bahwa indikator saat ini menunjukkan dominasi sentimen bearish. Hal ini mengharuskan investor dan trader untuk lebih berhati-hati dalam mengamati pergerakan harga sebelum membuat keputusan investasi.





