Pertamina Sukses Menjalankan Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Siap Hadapi Satgas Ramadan 1447 Hijriah
PT Pertamina (Persero) mengumumkan penutupan Satuan Tugas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Satgas Nataru) dengan sukses, lancar, dan terkendali. Keberhasilan program tersebut akan menjadi tolak ukur bagi Perseroan dalam mempersiapkan diri untuk melaksanakan Satuan Tugas Ramadan Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada Jumat (16/1/2026), Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius menegaskan bahwa layanan, keandalan sarana dan fasilitas, serta perencanaan yang matang akan diperkuat sebagai bagian dari persiapan menuju gelaran Satgas Ramadan.
Menurut Simon, terdapat tiga faktor kunci yang mendukung kesuksesan program Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Pertama, infrastruktur dan logistik energi yang siap digunakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan energi. Kedua, pemantauan harian yang menjadi acuan dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Dan ketiga, koordinasi antar fungsi dan subholding untuk menjamin kelancaran program Satgas.
Selama periode Satgas Natal dan Tahun Baru 13 November 2025 – 11 Januari 2026, Permintaan BBM, LPG, dan Avtur mengalami kenaikan. Terjadi peningkatan konsumsi Gasoline (BBM jenis Pertamax Series) sebesar 1%, sementara Gasoil (BBM Jenis Solar dan Dex Series) relatif stabil. Demikian pula, permintaan Avtur untuk bahan bakar pesawat naik 4%, salah satunya dipicu oleh diskon Avtur Pertamina di 37 bandara. Konsumsi LPG juga meningkat 4% seiring dengan aktivitas rumah tangga dan sektor Horeka yang meningkat selama liburan Natal dan Tahun Baru.
Tak hanya itu, pertumbuhan juga terlihat pada bisnis energi lainnya, seperti peningkatan kapal distribusi dan distribusi gas untuk pelanggan kecil dan komersial industri. Simon menambahkan bahwa Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 menjadi persiapan awal untuk menghadapi tantangan di Satgas Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Persiapan ini dilakukan lebih dini dengan memperkuat layanan, memastikan keandalan pasokan energi, dan meningkatkan pengelolaan data melalui monitoring digital dan sistem analisa.
Simon menutup pernyataannya dengan komitmen Pertamina untuk terus hadir memastikan ketersediaan energi yang aman dan berkelanjutan, dengan fokus pada pelayanan sepenuh hati.





