Perusahaan Kripto Zimbabwe: Pentingnya Registrasi di Bank Sentral

by -35 Views

Zimbabwe Menetapkan Aturan Baru Bagi Perusahaan Kripto

Baru-baru ini, Zimbabwe memperkenalkan aturan baru yang mengharuskan perusahaan kripto untuk mendaftar ke bank sentral. Langkah ini menempatkan Zimbabwe di antara negara-negara Afrika lainnya yang telah memberikan lisensi kripto, seperti yang dilakukan oleh Nigeria dan Afrika Selatan.

Langkah-Langkah Negara-Negara Afrika Lainnya

Afrika Selatan mengawasi penyedia melalui Financial Sector Conduct Authority, sementara Nigeria menjalankan pengawasan melalui Securities and Exchange Commission. Nigeria bahkan mensyaratkan calon penyedia layanan untuk menyimpan sejumlah uang tertentu di rekening bank lokal untuk memenuhi syarat mendapatkan lisensi.

Di sisi lain, Zimbabwe memiliki biaya pendaftaran yang tergolong rendah, yaitu sebesar US$ 500. Persyaratan ini tampaknya bertujuan untuk menarik pelaku pasar informal ke dalam sistem formal daripada menghalangi mereka.

Meningkatnya Penggunaan Kripto di Afrika

Penggunaan kripto di seluruh wilayah Afrika terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Menurut Indeks Adopsi Kripto Global 2025 dari Chainalysis, transaksi kripto di Afrika Sub-Sahara mencapai lebih dari US$ 205 miliar antara Juli 2024 dan Juni 2025, naik 52% dari tahun sebelumnya.

Jeffrey Mutambiranwa, seorang pelaku pasar kripto di Harare, menyambut baik perubahan aturan tersebut. Baginya, ini adalah “perkembangan yang disambut baik” yang memungkinkan para pedagang beroperasi secara terbuka dan legal.

Semua keputusan investasi kripto tetap berada di tangan pembaca. Penting untuk selalu belajar dan menganalisis sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang mungkin timbul dari keputusan investasi anda.

Source link