Pesanan Motor ke Jawa Timur: Kejutan Bagi Pabrik Eropa

by -32 Views

Pesanan Motor ke Jawa Timur Bikin Kaget Pabrik di Eropa

Pesanan motor dari Jawa Timur membuat pabrik di Eropa terkejut. Seorang buruh pabrik di Probolinggo, Jawa Timur, ternyata menjadi pemilik motor pertama di Indonesia. Buruh pabrik tersebut adalah John Charles Matthew Potter, seorang warga Inggris yang mencari peruntungan di Indonesia.

Potter: Buruh Pabrik yang Memperkenalkan Teknologi Motor dan Mobil di Indonesia

Potter awalnya bekerja sebagai masinis pabrik gula di Indonesia sebelum beralih menjadi seorang teknisi yang mahir dalam mereparasi mesin-mesin pabrik gula. Keahliannya membuat pabrik gula mengalami modernisasi dan kemajuan yang signifikan. Hasil kerjanya yang luar biasa membuat dia mendapatkan penghasilan yang cukup besar.

Dengan uang yang dikumpulkannya, Potter memutuskan untuk membeli sepeda motor langsung dari pabriknya di Jerman. Motor yang dibelinya memiliki spesifikasi mesin 1.500 cc dan dapat mencapai kecepatan hingga 45 km/jam. Harga motor tersebut sekitar 1.000 gulden atau setara dengan US$500 pada tahun 1893.

Membawa Teknologi Baru ke Tanah Air

Pesanan motor dari Potter mampu membuat pabrikan Hildebrand und Wolfmuller kaget karena ini merupakan kali pertama mereka menerima pesanan dari luar Eropa. Lokasi pengiriman motor ke Jawa Timur juga menjadi sebuah misteri bagi pabrik tersebut.

Kehadiran motor yang menjadi milik Potter menjadi daya tarik bagi banyak orang di Indonesia yang sebelumnya hanya terbiasa dengan delman dan kereta api. Potter juga dikenal sebagai orang pertama yang memperkenalkan teknologi sepeda motor dan mobil di Indonesia. Melalui usahanya, mobil dan motor perlahan menggantikan transportasi tradisional seperti kereta kuda.

Dengan kehadiran motor dan mobil, simbol kekayaan di Indonesia pun berubah dan popularitas keduanya pun melesat. Pada tahun 1928, jumlah mobil dan motor di seluruh Indonesia tercatat sudah mencapai angka yang signifikan, membuktikan bahwa alat transportasi ini memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat.

Source link