Potensi Besar Token Real World Asset di Indonesia

by -174 Views

Pada suatu acara diskusi yang diselenggarakan oleh CoinKami dan Advertising Time Trace (ATT), membahas tentang tokenisasi aset digital yang menarik perhatian Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar. Kolaborasi antara bidang periklanan, gim, dan web3.0 diharapkan dapat meningkatkan ekonomi kreatif di Indonesia. Acara ini dihadiri oleh para inovator dan pemimpin dari industri Web3, blockchain, dan cryptocurrency, seperti Mobee dan Sekuya, serta tamu internasional dari Asosiasi Standarisasi Web3 di Hong Kong.

Salah satu titik terang dalam acara tersebut adalah penandatanganan nota kesepahaman antara Mobee dengan ATT dalam kolaborasi project Real World Asset berbasis blockchain. Kerjasama ini memungkinkan token real world asset milik ATT dapat diakses melalui platform Mobee, memberikan transparansi pasar bagi masyarakat yang memiliki Real World Asset (RWA). Selain itu, diperkenalkan pula produk Intellectual Property (IP) bernama Suzy, hasil kolaborasi antara Sekuya dan ATT by PT WebIII Tech. Indonesia, yang menggabungkan dunia gim dengan teknologi web3.

Dalam acara ini, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Indonesia, Irene Umar menyampaikan harapannya agar RWA dapat memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi oleh Indonesia dan negara lain. Keberhasilan proyek web3 juga didukung oleh komunitas yang aktif, seperti ATT bersama PT WebIII Technology Indonesia yang telah membantu peningkatan penjualan bisnis seperti restoran The Duck King melalui RWA bidang periklanan. Patrick Cheung selaku General Manager PT WebIII Technology Indonesia menyebutkan bahwa melalui panel LED, mereka berhasil mendatangkan lebih dari 1.000 pembeli ke restoran Duck King. Yang menunjukkan keseriusan dalam mendukung ekosistem blockchain dan perekonomian kreatif di Indonesia.

Source link