Potret Warga dan Polisi Bentrok Saat Pembongkaran Masjid

by -42 Views

Bentrokan antara warga dan polisi terjadi di Ujjain, Madhya Pradesh, India, pada Senin (28/9/2026), ketika pemerintah kota mulai membongkar sebagian bangunan Shahi Masjid. Pembongkaran tersebut merupakan bagian dari proyek pelebaran jalan yang dipersiapkan menjelang pelaksanaan Simhastha 2028.

Ketegangan meningkat setelah warga berkumpul di sekitar masjid untuk menolak rencana pembongkaran. Massa kemudian terlibat aksi pelemparan batu ke arah petugas. Polisi merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan.

Pelebaran Jalan untuk Simhastha 2028

Dilansir Hindustan Times, Pemerintah Kota Ujjain berencana memperlebar ruas jalan hingga 15 meter. Proyek itu disiapkan untuk menghadapi potensi lonjakan jumlah jamaah dan wisatawan selama Simhastha 2028, kegiatan keagamaan yang akan berlangsung di kota tersebut.

Pemerintah menilai pelebaran jalan dibutuhkan untuk mendukung kelancaran lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan selama kegiatan berlangsung. Sebagian bangunan Shahi Masjid berada di jalur yang akan terdampak proyek, sehingga bagian tersebut masuk dalam rencana pembongkaran.

Proses penghilangan bagian bangunan yang berada di jalur pelebaran jalan menjadi pemicu meningkatnya ketegangan di lokasi. Warga yang sebelumnya berkumpul untuk menyampaikan penolakan tetap bertahan ketika pekerjaan dimulai.

Sempat Menjadi Sengketa Hukum

Rencana pembongkaran itu sebelumnya telah diuji melalui jalur hukum. Pada 9 September 2026, Pengadilan Tinggi Madhya Pradesh menolak gugatan yang diajukan untuk menentang keputusan pemerintah kota.

Dalam putusannya, pengadilan menyatakan pemerintah telah mengikuti prosedur hukum. Pengadilan juga menilai kebijakan tersebut berkaitan dengan kebutuhan pelebaran jalan, bukan keputusan yang diambil di luar proses yang berlaku.

Meski demikian, pengelola masjid dan sebagian warga masih menolak pembongkaran. Mereka berpendapat bagian bangunan yang terdampak merupakan tempat ibadah yang seharusnya dipertahankan.

Kelompok yang menolak juga mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan jalur alternatif untuk proyek pelebaran jalan. Usulan itu disampaikan sebagai pilihan untuk menjaga bagian masjid sekaligus memenuhi kebutuhan penataan infrastruktur menjelang Simhastha 2028.

Source link