Michael Novogratz: Harga Bitcoin Sulit Kembali Sentuh Rp 1,73 Miliar
Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Galaxy Digital Inc, Michael Novogratz, memprediksi bahwa harga Bitcoin (BTC) sulit untuk kembali mencapai level di atas USD 100.000 atau sekitar Rp 1,73 miliar dengan situasi makroekonomi saat ini.
Menurut Novogratz, untuk mencapai harga tersebut, diperlukan sejumlah faktor terutama dalam kebijakan bank sentral yang mengalami kelonggaran. Ia juga menambahkan bahwa melihat inflasi yang signifikan akibat dari perang di Iran, Federal Reserve (the Fed) kemungkinan besar tidak akan mengambil tindakan apapun.
Harga Bitcoin Menunjukkan Pergerakan
Berdasarkan data dari coinmarketcap.com, harga Bitcoin mengalami kenaikan sebesar 0,31% dalam 24 jam terakhir per Rabu, 29 April 2026. Meskipun demikian, terjadi penurunan sebesar 0,57% dalam satu pekan terakhir. Saat ini, harga Bitcoin berada di posisi USD 77.007 atau sekitar Rp 1,33 miliar.
Bitcoin saat ini masih menyumbang sekitar 60% dari nilai pasar sektor kripto, meskipun sempat mencapai rekor tertinggi di angka USD 126.000 pada awal Oktober sebelum mengalami penurunan harga.
Komentar dari Michael Novogratz
Prediksi sulitnya Bitcoin kembali mencapai harga di atas USD 100.000 dari Michael Novogratz juga datang setelah Galaxy Inc mencatat kerugian kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan. Galaxy Inc mencatat transisi ke arah pusat data dalam operasi bisnis mereka, yang mengakibatkan pendapatan biaya berulang meningkat dan pendapatan transaksi meningkat. Meskipun demikian, pendapatan mereka masih di atas perkiraan analis.
Dalam laporan keuangannya, Galaxy Inc mencatat kerugian sebesar USD 216 juta atau sekitar Rp 3,74 triliun, yakni sebesar 49 sen per saham. Penurunan harga aset digital menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi kerugian tersebut. Sementara itu, pendapatan mereka turun 22% menjadi USD 10 miliar dibandingkan dengan perkiraan konsensus dari para analis.





