Profesor Termuda Ditemukan Tewas dalam Kasus Plagiat

by -54 Views

Profesor Inggris Ditemukan Tewas: Potret Tragis Sosok Jason Arday

Dunia akademik Inggris kembali dirundung duka atas meninggalnya sosok sosiolog terkemuka, Jason Arday. Pria asal Inggris ini ditemukan dalam kondisi tidak responsif di sebuah rumah di London selatan pada Jumat sore, hanya beberapa hari setelah mengundurkan diri dari Universitas Cambridge di tengah kontroversi plagiat dan tekanan media yang membelitnya.

Perjalanan Karier dan Kontroversi

Jason Arday mencatat sejarah sebagai profesor kulit hitam termuda di Universitas Cambridge pada usia 37 tahun pada tahun 2023, tetapi kemudian kariernya mulai dipertanyakan akibat tuduhan plagiat dalam karya akademiknya. Selama beberapa pekan terakhir, Arday menghadapi tekanan besar terkait klaim plagiat, prestasi atletik, dan penggalangan dana yang dipertanyakan.

Kabar meninggalnya Arday muncul di saat yang sama dengan peluncuran memoarnya yang sangat dinantikan, “Great and Unfortunate Things”. Meskipun bukunya tetap diterbitkan, keraguan terhadap kredibilitasnya semakin menjatuhkan reputasi Arday.

Reaksi dan Penegasan

Pihak keluarga menyampaikan kehilafan yang mendalam atas kepergian Arday, sementara Wakil Rektor Universitas Cambridge, Deborah Prentice, juga menyatakan duka yang mendalam atas kejadian tersebut. Proses perekrutan Arday oleh universitas pun diselidiki sebagai tindak lanjut dari kasus plagiat yang menimpanya.

Jason Arday sendiri membantah tuduhan plagiat yang dialamatkan padanya, meskipun mengakui kesalahan dalam penyusunan disertasinya. Ia juga menekankan bahwa pengunduran dirinya tidak berarti ia mengakui narasi negatif yang berkembang tentang dirinya.

Selama tiga tahun terakhir, Arday mengalami pelecehan yang berkelanjutan dan mendalam, menjadikan kematiannya sebagai puncak dari tekanan yang ia hadapi.

Puluhan akademisi dan politisi berpendapat bahwa tuduhan plagiat terhadap Arday hanyalah upaya fitnah untuk merusak reputasinya dan para akademisi kulit hitam lainnya yang berpengaruh. Meski demikian, Cambridge memutuskan untuk membuka penyelidikan baru terkait kasus Jason Arday.

Source link