Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan komitmennya untuk memperluas akses pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas sebagai prioritas strategis pemerintah. Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Yassierli menekankan pentingnya pelatihan difabel untuk meningkatkan keterampilan dalam pasar kerja. Program ini menjadi bagian dari agenda besar Kementerian Ketenagakerjaan dalam memperkuat pelatihan vokasi untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja nasional. Pemerintah juga menjalankan program sertifikasi kompetensi kerja, balai latihan kerja komunitas, dan program pemagangan di dalam dan luar negeri. Selain itu, penguatan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) juga diperhatikan untuk mendukung pekerja terdampak PHK dengan meningkatkan keterampilan mereka. Secara keseluruhan, Kemnaker telah menyiapkan 23 program strategis untuk meningkatkan inklusivitas tenaga kerja, termasuk penyandang disabilitas, demi memperkuat daya saing sumber daya manusia di Indonesia.





