Raja Salman Murka, Hamas Balas dengan Perlawanan

by -337 Views

Perang di Gaza memasuki fase yang makin sulit dikendalikan. Serangan Israel terus meluas, sementara respons dari berbagai pihak di kawasan dan dunia internasional ikut mengeras. Di tengah situasi itu, kelompok Houthi di Yaman disebut turut terlibat setelah menembakkan drone dan rudal sebagai bentuk dukungan kepada Palestina sejak Hamas menyerang Israel pada 7 Oktober.

Gelombang Reaksi Internasional Meningkat

Tekanan diplomatik terhadap Israel juga datang dari Bolivia yang mengumumkan pemutusan hubungan diplomatik sebagai respons atas operasi militer di Gaza. Dari Arab Saudi, kecaman disampaikan dengan nada keras. Riyadh menyebut serangan terbaru Israel tidak manusiawi, menandakan semakin besarnya kemarahan negara-negara di kawasan terhadap jatuhnya korban sipil.

Di saat bersamaan, Israel tetap melanjutkan serangan, termasuk ke wilayah kamp pengungsi, meski seruan internasional agar diberlakukan jeda kemanusiaan bagi warga sipil terus menguat. Situasi di lapangan pun kian genting, terutama karena kebutuhan dasar masyarakat Gaza semakin menipis.

Rafah Dibuka, Tapi Krisis Belum Mereda

Di tengah tekanan yang menumpuk, perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir akhirnya dibuka untuk pertama kalinya sejak perang dimulai. Pembukaan ini menjadi salah satu titik penting dalam krisis, karena jalur tersebut dipandang sebagai akses vital bagi bantuan dan evakuasi.

Kementerian Luar Negeri RI juga menyatakan rencana untuk mengevakuasi Warga Negara Indonesia yang masih berada di Gaza. Langkah ini menunjukkan bahwa dampak konflik tidak berhenti pada Palestina dan Israel saja, tetapi juga menyentuh warga negara dari berbagai negara yang terjebak di wilayah konflik.

Hamas Balas dengan Serangan Roket

Di sisi lain, Hamas membalas dengan melancarkan serangan roket ke wilayah Israel. Aksi ini menegaskan bahwa konflik belum menunjukkan tanda mereda, justru bergerak ke arah yang semakin berbahaya. Sementara itu, seorang pejabat PBB di New York memilih mundur sebagai bentuk protes atas kegagalan PBB menghentikan apa yang disebutnya sebagai genosida terhadap warga sipil Palestina.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.