Ramalan OECD: Ekonomi Dunia Tumbuh 2,9% di 2026, Dampak Perang Iran

by -62 Views

Proyeksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) global diprediksi oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) akan melambat dari 3,3% menjadi 2,9% pada tahun 2026, sebelum meningkat menjadi 3,0% pada tahun 2027. Dalam laporan terbaru berjudul OECD Economic Outlook, Interim Report yang dirilis pada minggu lalu, OECD menyoroti pengaruh konflik di Timur Tengah yang menguji ketahanan ekonomi global. Proyeksi ekonomi global masih dipenuhi dengan ketidakpastian tinggi akibat interaksi dua kekuatan yang berlawanan. Meskipun terdapat pertumbuhan positif dari sisi investasi dan teknologi, terjadi juga penghentian pengiriman melalui Selat Hormuz yang menyebabkan lonjakan harga energi dan kerusakan infrastruktur energi. Hal ini berdampak pada lonjakan harga energi dan pasokan energi global serta komoditas penting lainnya seperti pupuk.

Proyeksi OECD juga menyoroti laju inflasi di negara-negara G20 yang diperkirakan akan meningkat hingga 4% pada tahun 2026, namun diperkirakan akan melambat menjadi 2,7% pada tahun 2027. Inflasi inti di negara maju G20 juga diprediksi akan melemah dari 2,6% pada 2026 menjadi 2,3% pada 2027. Selain itu, simulasi dalam laporan OECD mengeksplorasi skenario di mana harga minyak dan gas naik jauh di atas proyeksi dasar, yang dapat berdampak pada PDB global sekitar 0,5% lebih rendah. Gangguan berkepanjangan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz atau penutupan fasilitas minyak dan gas yang berkelanjutan juga dapat menyebabkan dampak yang lebih buruk pada ekonomi global.

Secara keseluruhan, prospek ekonomi global masih penuh dengan ketidakpastian yang perlu diperhitungkan. Kondisi di Timur Tengah dan keuntungan ekonomi global perlu diwaspadai untuk mengantisipasi potensi dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi global. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi global di masa yang akan datang.

Source link