Red Bull’s Update on Highly-Anticipated F1 Wind Tunnel

by -32 Views

Red Bull Belum Bisa Manfaatkan Wind Tunnel Baru

Dimulainya musim 2026 membawa tantangan bagi tim yang dipimpin oleh Laurent Mekies. Meskipun power unit baru Red Bull telah menunjukkan kompetitivitas yang mengejutkan, paket tersebut masih kurang memuaskan dari sisi chassis selama tiga akhir pekan balapan pertama.

Pada Grand Prix Jepang, Red Bull membawa upgrade signifikan pertama tahun ini. Namun, Max Verstappen mengatakan bahwa ia tidak bisa merasakan perbedaannya di Suzuka. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang korelasi tim, meskipun paket Miami berperilaku sesuai dengan prediksi Red Bull.

Wind Tunnel Baru Red Bull

Wache menyatakan bahwa meskipun menuju arah yang benar, tim masih terbatas oleh wind tunnel tertua di F1. Sebuah alat baru sedang dibangun di kampus Milton Keynes, diharapkan bisa memberikan langkah baru bagi tim.

Christian Horner pernah menggambarkan wind tunnel Red Bull sebagai “peninggalan Perang Dingin” dan mengatakan bahwa bekerja dengan fasilitas 70 tahun di dekat Bedford seperti melihat “dua jam yang berbeda”. Wind tunnel telah menjadi area investasi utama di F1, dengan tim seperti McLaren dan Aston Martin memiliki fasilitas modern untuk pengembangan mobil.

Langkah Maju Red Bull di Grand Prix Kanada

Hingga awal 2027, Red Bull masih harus bergantung pada wind tunnel lamanya untuk pengembangan RB22 dan langkah pertama mobil 2027. Meskipun demikian, dalam balapan Miami, Red Bull berhasil memperkenalkan paket yang sukses, termasuk versi mereka dari sayap Macarena dan sidepod yang dimodifikasi secara signifikan.

Paket utama menyusul di Miami, sementara langkah “minor” akan diambil di Montreal. Tim berharap bisa mencapai batas berat minimum selama Grand Prix Austria untuk menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Source link