Kembalinya Isack Hadjar setelah absen selama tiga akhir pekan balap berbuah podium di Sirkuit Kota Baku. Turun bersama Red Bull RB22 setelah mengalami cedera pergelangan tangan, pembalap asal Prancis itu finis di posisi ketiga dalam balapan yang berlangsung di salah satu trek paling menuntut di kalender Formula 1.
Hadjar memulai balapan dari posisi keempat setelah tampil kuat pada sesi kualifikasi di tepi Laut Kaspia. Ia kemudian menjalani lomba tanpa kesalahan dan mengamankan podium keduanya musim ini, sekaligus podium ketiga sepanjang kariernya di Formula 1.
Performa tersebut mendapat apresiasi langsung dari prinsipal tim Red Bull, Mekies. Menurut dia, hal terpenting dari comeback Hadjar adalah kondisi fisiknya yang benar-benar pulih.
“Saya pikir apa yang Isack hasilkan akhir pekan ini sungguh luar biasa, benar-benar luar biasa,” kata Mekies kepada awak media setelah balapan. “Sejak awal, yang paling penting adalah dia langsung merasa nyaman di dalam mobil dan tidak merasakan sakit. Itu berarti setiap kali kami bertemu dalam beberapa pekan terakhir dan mengatakan akan menunggu Isack kembali 100 persen karena itu prioritas, itulah yang terjadi.”
Membangun kecepatan secara bertahap
Baku bukan tempat yang mudah untuk kembali membalap. Sirkuit jalan raya tersebut memiliki risiko kecelakaan yang tinggi, sementara sejumlah bagiannya di sekitar kota tua sangat teknis dan menyisakan sedikit ruang untuk kesalahan. Hadjar sebelumnya telah menyatakan setelah latihan bahwa cedera pergelangan tangannya tidak akan membatasi penampilannya.
Mekies menilai Hadjar mampu mengelola situasi itu dengan matang. Ia mengatakan pembalap mudanya membangun ritme secara bertahap dari satu sesi ke sesi berikutnya dengan tenang dan tetap membawa energi positif.
“Bahkan tanpa rasa sakit, ini bukan trek yang mudah untuk kembali karena tidak ada margin untuk kesalahan,” ujar Mekies. “Sudah sejak kemarin, menempatkan mobil di posisi keempat merupakan hasil yang sangat kuat. Hari ini, kecepatan balap yang dia tunjukkan dengan ban medium dan soft adalah sesuatu yang belum pernah kami lihat sebelumnya.”
Menurut Mekies, Hadjar kembali menaikkan standar pada akhir pekan comeback-nya. Red Bull juga melihat adanya perkembangan berkelanjutan sejak sang pembalap bergabung dengan tim, baik dalam hal kecepatan maupun kontribusinya saat berada di lintasan.
Ketenangan saat bekerja sama dengan Verstappen
Bukan hanya kecepatannya yang membuat Red Bull terkesan. Cara Hadjar berkomunikasi melalui radio dan mengelola balapan bersama Max Verstappen juga dinilai menunjukkan kemajuan besar.
Tim sempat meminta Hadjar memberikan posisinya kepada Verstappen. Namun, ketika pembalap Belanda itu kesulitan dengan ban medium Pirelli, Hadjar tetap tenang dan disiplin menjaga bannya. Saat ditanya seberapa cepat ia bisa melaju di udara bersih, Hadjar menjawab, “Dua atau tiga persepuluh, tetapi sejujurnya saya senang berada di sini.”
Beberapa lap kemudian, Hadjar menanyakan apakah dirinya sudah bebas menyerang. Tim memintanya tetap berhati-hati. Bagi Mekies, rangkaian komunikasi itu memperlihatkan kontrol emosi dan pemahaman balap yang semakin matang.
“Itu menunjukkan betapa cerdasnya dia membalap, seberapa besar kapasitas berpikir yang sedang ia kembangkan ketika berada di dalam mobil, dan seberapa baik kontrol emosinya,” kata Mekies.
Red Bull sebelumnya memperpanjang kontrak Hadjar hingga 2027, sebuah langkah yang menurut Mekies sengaja diumumkan untuk mengurangi tekanan di pundak pembalap tersebut. Seusai balapan di Baku, ia menyimpulkan perkembangan itu dengan nada ringan: “Saya rasa Isack membalas kepercayaan kami hari ini!”





