Security and Exchange Commission (SEC) AS menuntut seorang warga Cypress, Texas atas dugaan skema penipuan kripto sebesar US$ 12,3 juta. Pendiri Privvy Investments LLC, Nathan Fuller, didakwa karena mengandalkan bot perdagangan artificial intelligence (AI) untuk menipu investor. Berikut detailnya:
Skema Penipuan Kripto
Dalam pengaduan yang diajukan di pengadilan federal Houston pada Kamis, 28 Mei 2026, SEC menyebutkan bahwa Fuller berhasil mengumpulkan dana dari sekitar 150 investor di berbagai negara antara Oktober 2022 dan pertengahan 2024. Usahanya ini juga beroperasi dengan nama samaran Gateway Digital Investments.
Fuller memperkenalkan bot AI-nya kepada investor dengan janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Ia menjanjikan pengembalian investasi hingga 50% dalam 30-45 hari, bahkan ada yang dijanjikan keuntungan lebih dari 100% dalam 21 hari. Namun, kenyataannya bot tersebut tidak berfungsi sesuai klaim yang disampaikan Fuller.
Dugaan Penyalahgunaan Dana
SEC menduga bahwa Fuller hanya menggunakan sekitar 3% dari total dana investor, sekitar US$ 380.000, untuk benar-benar berinvestasi dalam kripto. Sementara itu, sebagian besar dana sekitar US$ 6,2 juta diduga disalahgunakan untuk keperluan pribadi seperti membeli properti, berjudi, berlibur, dan membeli mobil mewah.
Lebih lanjut, Fuller juga diduga mengalihkan sekitar US$ 5,5 juta kembali kepada investor sebelumnya dalam pola pembayaran yang mirip dengan skema Ponzi. Hal ini membuat banyak investor merugi akibat janji palsu yang diberikan Fuller terkait investasi kripto menggunakan bot AI-nya.
Demikianlah gambaran singkat mengenai tuntutan SEC terhadap pendiri Privvy terkait skema penipuan kripto dengan modus operandi menggunakan kecerdasan buatan palsu. Kejadian seperti ini menjadi pelajaran bahwa investor perlu lebih berhati-hati dalam memilih investasi dan melakukan kajian mendalam sebelum menanamkan modal.





