Filipina Klaim Kemenangan Diplomatik atas China di Scarborough Shoal
Jakarta, CNBC Indonesia – Pernyataan resmi dari Filipina menyebut bahwa negara tersebut meraih keberhasilan diplomatik penting setelah China mencabut struktur terapung yang sebelumnya dipasang di wilayah sengketa Scarborough Shoal di Laut China Selatan. Meski demikian, militer Filipina menegaskan bahwa langkah tersebut belum meredakan perselisihan yang berlangsung lama antara kedua negara.
Beijing Cabut Struktur Terapung di Scarborough Shoal
Juru bicara Angkatan Laut Filipina, Laksamana Muda Roy Vincent Trinidad, mengonfirmasi bahwa struktur terapung milik China di Scarborough Shoal telah dibongkar dan dipindahkan pekan lalu. Menurut Manila, keberhasilan tersebut merupakan hasil tekanan diplomatik yang dilakukan terhadap Beijing.
Menanggapi hal ini, Trinidad menyatakan, “Struktur itu sudah tidak ada lagi di sana. Mereka telah memindahkannya. Kami menganggap ini sebagai kemenangan besar bagi kami melalui tekanan diplomatik.”
Meskipun struktur terapung tersebut telah dicabut, konfrontasi di kawasan tersebut belum sepenuhnya mereda. Pada akhir pekan lalu, Angkatan Laut Filipina mengalami insiden di mana patroli yang mereka jalankan dihadang oleh empat kapal perang China.
Posisi Filipina dalam Persaingan AS-China di Wilayah Indo-Pasifik
Scarborough Shoal, atau yang dikenal oleh Filipina sebagai Bajo de Masinloc, berada di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina, menjadi salah satu titik panas utama di kawasan Indo-Pasifik. Keberadaan struktur terapung yang dicabut di wilayah tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa China akan membangun instalasi permanen, serupa dengan yang telah dilakukan di pulau dan terumbu karang lain di Laut China Selatan.
Trinidad menggarisbawahi bahwa Filipina belum menganggap perselisihan ini telah berakhir, mengingat upaya China untuk memperkuat kehadiran di kawasan tersebut. Dalam konteks persaingan geopolitik antara Amerika Serikat dan China di kawasan Indo-Pasifik, Filipina, sebagai sekutu perjanjian pertahanan AS, berada dalam posisi strategis sebagai garda terdepan.
Perlu dicatat bahwa Amerika Serikat juga memberikan dukungan penuh terhadap Filipina, sesuai dengan perjanjian pertahanan bersama yang ada. Terlepas dari dinamika politik global yang terjadi, khususnya pasca-perang di Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, Filipina tetap memperkuat hubungan keamanannya dengan Jepang dan Taiwan.





