Pemimpin Mayoritas Senat AS Ambil Langkah Majukan RUU Clarity Act
Pemimpin mayoritas Senat Amerika Serikat (AS) John Thune pada Sabtu, 8 Agustus 2026 mengambil langkah untuk memajukan rancangan undang-undang (RUU) penting yang akan membentuk kerangka regulasi bagi kripto.
Langkah ini dianggap sebagai kemenangan besar bagi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan industri kripto. John Thune, anggota Partai Republik, mengajukan permohonan pada Sabtu pagi untuk menjadwalkan pemungutan prosedur kunci terkait Clarity Act saat Senat kembali bersidang setelah masa reses Agustus pada pertengahan September. Hal ini berdasarkan Channel News Asia.
Langkah Terkait RUU Clarity Act
Situasi RUU Clarity Act menunjukkan keyakinan para pemimpin Partai Republik di Senat untuk menggalang 60 suara yang dibutuhkan agar RUU tersebut lolos. Meskipun masih ada penentangan dari anggota Partai Demokrat, pemungutan suara paripurna penuh atas RUU itu berpotensi terjadi. RUU ini memerlukan dukungan dari setidaknya delapan anggota Demokrat dan seluruh anggota Republik yang memiliki hak suara di Senat agar dapat disahkan.
RUU Clarity Act Bakal Regulasi bagi Industri Kripto
Undang-undang ini akan memberikan aturan federal komprehensif pertama bagi industri kripto, dengan menetapkan kapan token digital dikategorikan sebagai sekuritas atau komoditas serta menentukan regulator mana yang mengawasinya. Perusahaan-perusahaan kripto berharap undang-undang ini dapat memberikan kepastian hukum bagi industri dan mendorong adopsi mata uang kripto.
Pengesahan Clarity Act juga akan menjadi kemenangan kebijakan kripto kedua bagi Trump, setelah tahun lalu ia mendukung undang-undang yang menaungi token berbasis dolar yang dikenal sebagai stablecoin. Meskipun Demokrat menilai keuntungan kripto yang diperoleh keluarganya menimbulkan konflik kepentingan.





